Hamas Harapkan RI Galang Penolakan Keputusan AS


KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID – Faksi Hamas Palestina mengharapkan Pemerintah Indonesia (RI) menggalang opini menolak keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OIC).

“Presiden Indonesia akan hadir pada pertemuan darurat OIC dan Indonesia mempunyai posisi yang kuat untuk mempengaruhi dan menolak keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel,” ujar Wakil Biro Politik Hamas, Dr Maher Salah di Kuala Lumpur, Kamis (7/12).

Maher dengan didampingi Pengurus Hamas Izzat Al Risheq dan Osama Hamdan mengemukakan hal itu ketika diwawancarai usai jumpa pers disela-sela menghadiri Perhimpunan Agung United Malay National Organization (UMNO).

Presiden Jokowi akan menghadiri sidang OKI yang membahas pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 13 Desember 2017 di Turki.

Maher mengatakan pemerintah Indonesia juga bisa menggalang ekspresi kemarahan rakyat untuk menolak keputusan tersebut dan melakukan beberapa hal yang akan disampaikan oleh Hamas.

“Pemerintah Indonesia adalah teman dari Palestina. Kami sekarang ini mengapresiasi Indonesia baik pada level internasional maupun organisasi internasional. Dan sebagai negara muslim yang paling besar kami kira Indonesia bisa mengerjakan sesuatu,” katanya.

Maher menegaskan pihaknya memerlukan banyak pendukung terhadap Palestina pada semua level baik pada level politik, media maupun finansial.

“Kami mengharapkan kepada negara-negara Arab dan negara-negara Islam untuk mendukung kami,” katanya.

Selain menghadiri undangan UMNO rombongan Hamas juga bertemu dengan anggota parlemen Malaysia dan Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Sri Najib Razak.

Sementara itu Ketua Pemuda UMNO, Khairy Jamaluddin, bersama Pemuda UMNO melakukan ‘long march’ dari Masjid Tabung Haji ke Kedutaan Besar Amerika Serikat menolak pengumuman negara tersebut yang mengumumkan Yerussalem sebagai ibukota Israel usai sholat jumat.

Pada kesempatan tersebut Pemuda UMNO menyerahkan empat memorandum yakni mengutuk pengumuman Presiden Trump, meminta Amerika Serikat menarik keputusan tersebut, meminta Amerika Serikat menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB 478, dan menilai pernyataan Presiden Trump bahwa pihaknya akan berunding dengan Israel dan Palestina hanya menggambarkan hipokrasi Amerika Serikat. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close