Bom Meledak di Rumah Sakit Bangkok Lukai 24 Orang

0
99
Rumah Sakit Phramongkutklao, Bangkok, Thailand.

BANGKOK – Sebuah bom meledak di rumah sakit Phramongkutklao di ibu kota Thailand, Bangkok, pada Senin (22/5), yang mengakibatkan jatuh korban luka sebanyak 24 orang.

Ledakan bom yang bertepatan dengan peringatan tahun ketiga kudeta militer 2014 terjadi di rumah sakit yang banyak dikunjungi oleh para tentara, keluarga tentara, dan pensiunan militer tersebut.

“Ledakan itu berasal dari sebuah bom. Kami menemukan banyak bahan peledak,” kata Kamthorn Aucharoen, komandan tim penjinak bom, Senin (22/4), sebagaimana dilansir Reuters.

Belum ada pihak yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan bom di ibu kota Thailand tersebut.

“Saat ini kami tengah menyelidiki rekaman kamera di lokasi,” kata Kamthorn.

Wakil kepala kepolisian nasional, Jenderal Srivara Rangsibrahmanakul mengatakan bom yang meledak sebelumnya disembunyikan di sebuah wadah di dekat pintu masuk gudang penyimpanan obat-obatan.

Senin adalah hari peringatan kudeta militer yang terjadi pada 22 Mei 20014 yang menggulingkan pemerintahan terpilih dan mengakhiri kerusuhan sosial yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, termasuk sejumlah demonstrasi berdarah di jalanan.

Sejak kudeta itu, pemerintahan junta, yang dikenal dengan nama Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban, telah menangkap para tokoh oposisi dan menghukum mereka dengan tudingan penghindaan terhadap keluarga raja.

Militer memang punya peran besar dalam pemerintahan Thailand. Namun sejak terjadinya kudeta, institusi tersebut menjadi melekat dengan masyarakat dengan peran yang jauh lebih besar dibanding dalam pemerintahan sebelumnya.

Pemerintah militer sendiri telah mengakui bahwa mereka ingin memperlemah partai politik dan mempertahankan pengaruh tentara terhadap pemerintahan yang terpilih secara demokratis.

Pemilihan umum dijadwalkan akan digelar pada akhir tahun ini.

Ledakan pada Senin terjadi beberapa pekan setelah munculnya serangan bom mobil di sebuah pusat perbelanjaan di Provinsi Pattani, dekat dengan perbatasan Malaysia, yang melukai 61 orang. Otoritas setempat saat itu menuding kelompok separatis Muslim sebagai pelaku.

Lalu pada Senin pagi, sebuah bom juga meledak di Yala, sebuah provinsi lain yang juga jadi tempat operasi kelompok separatis, sehingga melukai satu orang tentara.

 

EDITOR: Iwan S

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Trump Pisahkan Anak dan Orangtua, Menlu Meksiko: Tindakan Tidak Manusiawi

MEKSIKO, SERUJI.CO.ID -  Menteri Luar Negeri Meksiko pada Selasa (19/6) menyebut pemisahan anak-anak dari orang tua pendatang di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko kejam dan tidak manusiawi...
Nu dukung Khofifah

Awasi Pencoblosan, Khofifah Tegaskan Akan Maksimalkan Tim Saksi

BLITAR, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan akan memaksimalkan tim saksi, mengawasi pelaksanaan pencoblosan dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2018, yang akan...
Tjahjo Kumolo

Mendagri: Komjen Iriawan Memenuhi Syarat Jadi Pj Gubernur Jabar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Komjen Pol Iriawan memenuhi persyaratan untuk bertugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat menggantikan Aher yang...

Dua Penumpang KM Sinar Bangun Ditemukan Tewas

SAMOSIR, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan menemukan dua orang lagi penumpang KM Sinar Bangun, tewas akibat tenggelam di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, dan telah...

Polisi Tembak Kaki Empat Napi yang Kabur

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan Kepolisian Daerah Bali beserta jajaran Kepolisian Resor Kota Denpasar menembak kaki masing-masing empat tahanan yang nekat kabur dari rumah tahanan...