AICHR: Indonesia Perlu Dorong ASEAN Soal Rohingya

SINGAPURA, SERUJI.CO.ID – Komisi Antarpemerintahan ASEAN tentang Hak Asasi Manusia/HAM (AICHR) menilai Indonesia perlu terus mendorong ASEAN untuk segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengatasi krisis kemanusiaan Rohingya di Rakhine, Myanmar.

“Indonesia perlu melakukan sesuatu untuk mendorong ASEAN menyatakan posisi resmi tentang Rohingya agar kita bisa gunakan semua ‘resources’ di ASEAN untuk membantu mengatasi masalah ini,” ujar Wakil Indonesia untuk AICHR Dina Wisnu di Singapura, Rabu (25/4).

Pernyataan Dina tersebut menyusul seruan AICHR yang diterbitkan secara resmi pada Selasa (24/4) agar ASEAN segera menyatakan sikap untuk mengatasi krisis kemanusiaan Rohingya yang dampaknya meluas, hingga insiden penolakan kapal pengungsi dari Rakhine pada 3, 6, 20 April 2018.

Menurut doktor hubungan internasional itu, posisi Indonesia dinilai strategis untuk mendorong semua negara anggota ASEAN agar menyepakati suatu konsensus tentang Rohingya karena sejak awal Indonesia telah melakukan langkah-langkah konkret untuk membantu pengungsi Rohingya di Myanmar maupun Bangladesh.

Indonesia juga telah berkomitmen membantu pemerintah Myanmar untuk melaksanakan pembangunan yang inklusif termasuk di Negara Bagian Rakhine.

“Kita berisik jadinya, ya? Tapi ini memang perlu terus dilakukan karena ada negara-negara yang sengaja tidak mau mengurusi hal itu, padahal dampak krisis kemanusiaan etnis Rohingya ini sudah ke regional,” ujarnya.

Dina menambahkan, Indonesia perlu berhadapan langsung dengan Singapura sebagai ketua ASEAN saat ini untuk menyoroti masalah Rohingya.

“Karena siapapun ‘chair’-nya harus sejalan dengan visi-misi ASEAN yang tertuang di ASEAN Charter, bahwa tujuan ASEAN adalah ‘people oriented'” tuturnya.

Singapura sebagai ketua ASEAN 2018 menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN (AMM) dan ASEAN Leaders’ Summit ke-32 pada 25-28 April 2018. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER