4 Pelaku Pengeboman di Thailand Divonis 33 Tahun Penjara

BANGKOK, SERUJI.CO.ID – Mahkamah Agung Thailand pada Selasa (10/4) mengukuhkan hukuman penjara 33 tahun dan empat bulan bagi empat pria, yang dinyatakan bersalah melakukan pengeboman di luar sebuah salon kecantikan di Jalan Ramkhamhaeng, Bangkok, pada 26 Mei 2013.

Keempat orang itu adalah tiga warga Pattani, yaitu Affaham Sa-a (usia 28 tahun), Kamphi Latae dan Ibroheng Vaemae, dan satu warga provinsi Narathiwat, Idris Sapator, yang juga berusia 28 tahun.

“Mereka dinyatakan bersalah meletakkan sebuah bom di tempat pengumpulan sampah di luar salon kecantikan August pada 26 Mei malam tahun 2013,” menurut laporan media Thailand, Bangkok Post.

Ledakan bom itu melukai tujuh orang dan menimbulkan kerusakan senilai 402.000 baht (sekitar Rp177 juta) pada beberapa warung dan bangunan.

Hukuman yang dikeluarkan Mahkamah Agung itu merupakan perubahan dari hukuman penjara seumur hidup serta denda 90 baht karena pengakuan mereka dianggap berguna.

Pada 30 Juni 2016, Pengadilan Banding menyatakan mereka bersalah menggunakan bahan peledak untuk membunuh orang-orang dan menjatuhkan hukuman penjara 33 tahun dan empat bulan, juga mempertahankan denda.

Mahkamah Agung mengukuhkan putusan Pengadilan Banding dan memerintahkan agar keempat pria tersebut memberikan ganti rugi kepada pihak-pihak yang terkena dampak ledakan. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Indonesia Darurat Keadilan