Trump Bungkam Terkait Pertemuan dengan Korea Utara

0
20
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (foto:AP Photo/LM Otero)

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (17/5) menjauhkan diri dari komentar penasehat keamanan nasionalnya, yang menyebabkan Korea Utara meragukan rencana pertemuan puncak dan mengatakan bahwa sejauh yang dia ketahui pertemuan dengan Kim Jong Un masih di jalurnya.

“Korea Utara sebenarnya berbicara kepada kita tentang waktu dan hal lain seolah-olah tidak ada yang terjadi,” kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval selama sesi pengambilan gambar dengan Sekjen NATO Jens Stoltenberg.

Trump mengatakan dirinya tidak mengejar apa yang disebut “Model Libya” dalam usaha membuat Korea Utara melakukan perlucutan senjata nuklir. Penasihat keamanan nasionalnya, John Bolton, telah menyarankan Model Libya dalam sebuah komentar pada Ahad (13/5), yang justru mendorong Korea Utara mengeluarkan ancaman untuk membatalkan pertemuan.

Dia mengatakan kesepakatan yang dilihatnya akan melindungi Kim.

“Dia akan ada di sana, menjalankan negaranya, dan negaranya akan sangat kaya. Model Libya adalah model yang jauh berbeda. Kami menghancurkan negara itu,” kata Presiden Trump.

Dia mengatakan model Libya hanya akan ikut bermain jika kesepakatan tidak dapat dicapai dengan Korea Utara.

“Kami tidak bisa membiarkan negara itu memiliki nuklir. Kami tidak bisa melakukannya,” katanya menambahkan.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa jika pertemuan terjadi, maka terjadilah dan jika tidak, maka Amerika Serikat akan melanjutkan ke hal berikutnya.

Sementara itu, Korea Selatan sedang berusaha untuk menjembatani kesenjangan hubungan antara Amerika Serikat dan Korea Utara karena mereka tampaknya memiliki semacam perbedaan dalam sikap menjelang KTT yang sudah direncanakan, kata seorang pejabat di kantor kepresidenan Korea Selatan, Kamis (17/5).

Pernyataan itu muncul setelah Pyongyang di hari Rabu mengancam akan keluar dari KTT pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura pada 12 Juni, dengan mengatakan tidak akan hadir jika Washington terus menuntut secara sepihak untuk meninggalkan persenjataan nuklirnya.

Pejabat kantor kepresidenan atau Gedung Biru mengatakan bahwa pemerintah Korea Selatan atau Presiden Moon Jae-in bermaksud untuk lebih aktif berperan sebagai mediator di berbagai saluran antara Korea Selatan, AS, dan Korea Utara. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

RUU Antiterorisme Atur Ancaman Teroris Libatkan Anak

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang perubahan UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Dave Laksono mengakui ada pasal...

Persebaya Alami Krisis Lini Belakang

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kesebelasan Persebaya Surabaya mengalami krisis lini belakang saat menghadapi pertandingan "Derby Suramadu" melawan Madura United dalam laga pekan ke-10 Liga 1...
jokowi, joko widodo

RUU Terorisme Disahkan, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi memberikan tanggapan terkait Peraturan Presiden (Perpres) setelah disahkannya Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. "Perpres akan membahas teknis, hanya...

Pansus: Pemerintah Keluarkan PP Usai RUU Terorisme Disahkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Panitia Khusus revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Muhammad Syafi'i meminta pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah...

DPR Setujui RUU Terorisme Jadi UU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Paripurna DPR pada Jumat (25/5) pagi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah...