Institusi di Amerika Ramalkan Islam Jadi Agama Terpopuler pada 2050

4
292
  • 53
    Shares
Ini bukan pemandangan di Masjid Istiqlal Jakarta, tapi di Masjid Kathederal Moskow. (image: courtesy to Instagram @islamdumspb_official)

WASHINGTON D.C. – Pew Research Center, institusi think tank non-partisan di Washington DC ibukota Amerika Serikat, meramalkan Islam akan menjadi agama paling populer di dunia setelah tahun 2050.

Tak mendapat tempat di dalam masjid, Jumatan di tempat terbuka pun jadi. (image: @s.a.i.d.o.v)

Publikasi yang dibuat institusi itu pada Rabu (1/3) mengungkapkan, Islam menjadi agama paling cepat berkembang dan jumlah pengikutnya akan akan berimbang dengan pemeluk Kristen pada tahun itu.

Pew Research Center membandingkan, pada tahun 2010 saja umat Islam membentuk 23% populasi global dengan perkiraan jumlah 1,6 miliar orang. Pada saat yang sama, pemeluk Kristen berjumlah sekitar 2,2 miliar atau 31% dari populasi dunia.

Loading...

Menurut think tank independen itu, salah satu alasan peningkatan populasi Muslim adalah keinginan keluarga memiliki lebih banyak anak. Alasan potensial lainnya termasuk dampak media massa pada penyebaran ajaran Islam terhadap non-Muslim.

Berdasarkan faktor demografis, umat Islam umumnya lebih muda daripada orang-orang Kristen. Di negara-negara maju, umat Kristen sebagian besar sedang menjalani masa penuaan dan keturunannya sedikit. Di negara maju, orang-orang yang menua bakal meninggal. Sebagian tempat mereka akan diisi imigran dari negara-negara berkembang, yang sebagian besar Muslim.

Penelitian ini juga memperkirakan, India menjadi rumah besar bagi populasi Muslim pada 2050 dengan perkiraan 310 juta orang atau 18% dari populasi. Indonesia, yang saat ini memiliki lebih dari 200 juta Muslim, tetap terbanyak penduduk Muslim.

EDITOR: Omar Ballaz

loading...

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU