Institusi di Amerika Ramalkan Islam Jadi Agama Terpopuler pada 2050

WASHINGTON D.C. – Pew Research Center, institusi think tank non-partisan di Washington DC ibukota Amerika Serikat, meramalkan Islam akan menjadi agama paling populer di dunia setelah tahun 2050.

Tak mendapat tempat di dalam masjid, Jumatan di tempat terbuka pun jadi. (image: @s.a.i.d.o.v)

Publikasi yang dibuat institusi itu pada Rabu (1/3) mengungkapkan, Islam menjadi agama paling cepat berkembang dan jumlah pengikutnya akan akan berimbang dengan pemeluk Kristen pada tahun itu.

Pew Research Center membandingkan, pada tahun 2010 saja umat Islam membentuk 23% populasi global dengan perkiraan jumlah 1,6 miliar orang. Pada saat yang sama, pemeluk Kristen berjumlah sekitar 2,2 miliar atau 31% dari populasi dunia.

Menurut think tank independen itu, salah satu alasan peningkatan populasi Muslim adalah keinginan keluarga memiliki lebih banyak anak. Alasan potensial lainnya termasuk dampak media massa pada penyebaran ajaran Islam terhadap non-Muslim.

Berdasarkan faktor demografis, umat Islam umumnya lebih muda daripada orang-orang Kristen. Di negara-negara maju, umat Kristen sebagian besar sedang menjalani masa penuaan dan keturunannya sedikit. Di negara maju, orang-orang yang menua bakal meninggal. Sebagian tempat mereka akan diisi imigran dari negara-negara berkembang, yang sebagian besar Muslim.

Penelitian ini juga memperkirakan, India menjadi rumah besar bagi populasi Muslim pada 2050 dengan perkiraan 310 juta orang atau 18% dari populasi. Indonesia, yang saat ini memiliki lebih dari 200 juta Muslim, tetap terbanyak penduduk Muslim.

EDITOR: Omar Ballaz

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy