WHO Terus Perangi Ebola di Kongo

KINSHASA, SERUJI.CO.ID – Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Selasa (12/6) memperingatkan semua pihak tidak menyatakan kemenangan terhadap penyebaran wabah Ebola di Kongo, meski banyak tanda menunjukkan bahwa virus tersebut sudah dikendalikan.

“Penyebarannya memang sudah bisa dikendalikan, namun tetap belum berakhir,” kata Ghebreyesus kepada wartawan saat mengunjungi ibu kota Republik Demokratik Kongo, Kinshasa.

“Kami masih memerangi Ebola dan Anda harus terus memperkuat penanganan dan waspada,” kata dia.

Pada Jumat (8/6) pekan lalu, sejumlah pejabat WHO menyatakan yakin bahwa penyebaran virus mematikan itu sudah bisa dikendalikan, terutama akibat pengiriman cepat vaksin dari masyarakat dunia.

Namun, satu hari sebelumnya, kementerian kesehatan Kongo melaporkan kasus pertama Ebola dalam satu pekan terakhir, di kawasan pedesaan Iboko.

Ghebreyesus menjelaskan 2.200 orang telah divaksinasi, dan penanganan kasus dan pelacakan terhadap orang-orang yang berhubugnan dengan korban Ebola sudah berjalan lancar.

“Misi ini tidak akan berakhir sampai benar-benar berakhir. Meskipun hanya ada satu kasus yang menyebar keluar Kongo dan masuk ke wilayah perkotaan, maka akan ada resiko epidemik lainnya,” kata dia.

Ebola telah menewaskan 27 orang sejak dimulainya wabah pada April lalu. Hingga kini sudah ada 62 kasus, dan 38 di antaranya telah terkonfirmasi oleh laboratorium. Namun masih ada puluhan orang lain yang diduga terkena Ebola.

Berbeda dengan penyebaran wabah Ebola pada masa lalu, pekerja kesehatan bergerak cepat untuk menahan laju penyebaran di Kongo. Pada 2013-2016, Ebola menewaskan sedikit-dikitnya 11.300 orang di kawasan Afrika Barat. Saat itu, WHO dikritik karena tidak menganggap serius penyebaran wabah tersebut pada tahap awal. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

TERPOPULER

Mengenal Karbohidrat Rafinasi dan Bahayanya Bagi Tubuh

Menikmati sebungkus keripik kentang sambil menonton film memang menyenangkan. Tapi awas! jangan terlalu banyak. Ada bahaya mengintai di setiap gigitannya.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy