Tragedi Sepakbola Afrika; 17 Tewas Terinjak-injak

1
48

UIGE – Niatnya menikmati pertandingan. Nyatanya, harus berdesak-desakan di pintu stadion. Tak pelak, terjadilah salah satu tragedi mengerikan sekaligus menyedihkan dalam jagad sepakbola. Setidaknya 17 tewas, termasuk anak-anak, akibat berdesak-desakan di Angola negara di pantai barat benua Afrika.

Kantor berita Reuters dan Associated Press pada Sabtu (11/2) sama-sama mengabarkan, tragedi itu terjadi Jumat siang di stadion kecil kota Uige di sisi utara Angola. Para fans sepakbola berjejalan masuk ke stadion kecil berkapasitas 8.000 orang. Ujung-ujungnya ada yang jatuh dan terinjak.

Para penggila bola berdatangan ke stadion untuk menikmati pertandingan inaugural antara tim local Santa Rita de Cassia yang menjamu Recreativo de Libolo dalam liga nasional Girabola. Di negeri bekas jajahan Portugal itu, sepakbola memang menjadi hiburan utama.

Tapi, besarnya peminat sepakbola tidak bisa ditampung oleh besarnya kapasitas stadion. Sejumlah orang tidak bisa masuk stadion menjelang pertandingan. Mereka lalu mendorong pagar pembatas. Saat pembatas roboh, beberapa orang ikut terjatuh lalu terinjak-injak.

Susah dipastikan berapa yang jadi korban. Yang dilarikan ke rumah sakit tercatat 76 orang dalam kondisi luka termasuk lima orang kritis. Kantor berita Lusa dari Portugal dan kantor berita Angop milik pemerintah Angola melaporkan 17 tewas termasuk beberapa masih anak-anak.

Presiden Jose Eduardo dos Santos mengekspresikan duka cita pada keluarga para korban. Ia juga menginstruksikan para pejabatnya untuk membantu korban luka. Langkah berikut, harus dilakukan investigasi menyuluruh tentang kejadian.

Tragedi Desak-desakan di Stadion

  • 12 Maret 1988; 93 tewas dan 100 luka saat penonton berusaha keluar dari Stadion Dasarath Rangasala di Kathmandu yang dilanda badai petir saat tanding Bangladesh lawan Nepal. Mereka masuk lorong yang ujungnya terkunci sehingga yang balik berdesakan dengan yang masuk.
  • 10 Maret 1987; 20 tewas di Tripoli, ibukota Libya, saat penonton panik akibat ada orang menyabet-nyabetkan pisau. Kepanikan membuat stadion roboh.
  • 29 Mei 1985; 39 tewas dan 600 terluka di Stadion Heysel di Brussels, Belgia, saat terjadi bentrok antara fans Juventus dan fans Liverpool dalam final Piala Eropa.
  • 20 Oktober 1982; 340 tewas di Stadion Lenin, Moskow, Rusia, akibat desakan antara orang yang keluar stadion dan orang yang kembali masuk karena baru saja terjadi gol.
  • 24 Mei 1964; 318 tewas dan 500 luka di Stadion Nasional Peru di Lima dalam tanding Argentina vs Peru setelah polisi melepas gas air mata lantaran penonton protes keputusan wasit.

 

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

pcc

IAI Bantah Penahanan Apoteker Terkait PCC

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) membantah bahwa penahanan apoteker di Kendari, Sulawesi Tenggara, terkait dengan kasus peredaran penyalahgunaan tablet...
Jazuli Juwaini

Politisi PKS: Ulama dan Umat Islam Adalah Penjaga Pancasila dan NKRI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan bahwa ulama dan umat Islam selama ini telah berperan penting...

Risma Target 700 Tanah Pemkot Tersertifikasi Tahun Ini

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menarget sertifikasi 700 tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2017. Dari jumlah itu, 230 sertifikat...
gunung agung

82 Angkot Gratis Siaga Antar Siswa Pengungsi Gunung Agung

KLUNGKUNG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 82 unit angkutan kota (angkot) yang beroperasi mengantar jemput siswa dan para pengungsi Gunung Agung secara gratis akan disiagakan Pemerintah...
Nobar G30S/PKI

DPW PAN Jatim Gelar Nobar Film G30S/PKI

SURABAYA - DPW PAN Jatim akan menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang dijadwalkan akan digelar di kantot DPW PAN Jatim, pada tanggal 29...

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA, pakar hukum pidana yang terlahir di Medan, 29 September 1971 ini merupakan seorang pakar hukum yang mempunyai rasa kemanusiaan...