Serangan Milisi Kristen ke Masjid Tewaskan 20 Orang di Afrika Tengah

3
3444
Bangui, terbakar
Sebuah lingkungan di ibukota Bangui, terbakar setelah milisi anti-Balaka menyerang pemberontak Seleka yang telah menggulingkan pemerintah.(Foto: Marcus Bleasdale/Pullitzer.org)

BANGUI, SERUJI.CO.ID – Lebih dari 20 Muslim terbunuh pada sebuah serangan di sebuah masjid di bagian tenggara Republik Afrika Tengah pada saat sholat Jumat, Sabtu (14/10).

“Korban berada di masjid saat gerilyawan Anti-Balaka menyerbu masjid tersebut, menewaskan sedikitnya 20 jamaah,” kata Abdouraman Bornou, seorang pemimpin masyarakat setempat.

Insiden tersebut terjadi di Masjid Djimbi, di bagian tenggara negara tersebut.

Ousman Mahamat, seorang pemimpin komunitas Muslim, mengatakan, “Apa yang baru saja terjadi di Djimbi sangat menghancurkan.”

Sejak 2013, ribuan orang terbunuh dalam konflik sektarian di negara tersebut, dan ribuan orang telah meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di negara-negara tetangga, termasuk Kamerun dan Chad.

Dalam sebuah laporan tahun 2015, Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 5.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil, tewas dalam kekerasan sektarian di Republik Afrika Tengah meskipun ada pasukan internasional.

Misi perdamaian PBB di negara tersebut, Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensional di Republik Afrika Tengah atau MINUSCA, dengan keras mengecam kekerasan tersebut.
“Kekerasan mengakibatkan kematian beberapa anggota komunitas Muslim. MINUSCA dan pemerintah Republik Afrika Tengah akan mengirimkan misi bersama ke Kembe dalam beberapa jam mendatang untuk mengetahui situasi di lapangan, “kata sebuah pernyataan MINUSCA, dikutip dari Anadolu Agency.

“MINUSCA menyesalkan gelombang kekerasan yang mengakibatkan beberapa korban, termasuk penjaga perdamaian. Tindakan kekerasan ini telah berkontribusi terhadap peningkatan jumlah orang terlantar dan kerja kemanusiaan yang lumpuh,” imbuhnya.

Seleka versus Anti-Balaka

Kekerasan meletus di Afrika Tengah pada tahun 2013, ketika Kelompok Seleka yang mayoritas Muslim melakukan pemberontakan yang akhirnya berhasil menggulingkan Presiden Francois Bozize, seorang pemimpin Kristen, yang dia sendiri berkuasa pada kudeta tahun 2003.

Pertarungan sengit terus berlanjut antara Seleka dan pemberontak Anti-Balaka yang mayoritas Kristen.

Milisi Anti-Balaka terdiri dari orang-orang dari bagian selatan dan barat negara ini, yang kebanyakan adalah orang beragama Kristen. Kelompok baru ini mengidentifikasi dirinya sebagai milisi Kristen. Kelompok ini awalnya muncul pada tahun 2013 sebagai kelompok pertahanan diri untuk melawan milisi Seleka yang menggulingkan Bozize, dan didominasi oleh para pendukung Bozize.

Beberapa mantan anggota angkatan bersenjata nasional yang tetap setia kepada Bozize adalah anggota kelompok tersebut. Seleka adalah sebuah aliansi dari beberapa kelompok bersenjata dari bagian timurlaut yang beragama mayoritas Muslim di negara ini.

Hampir setengah dari jumlah penduduk Afrika Tengah bergantung pada bantuan kemanusiaan, menurut info dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB. (Gzl/SU02)

loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Terkait SP3 Kasus Habib Rizieq, Jokowi: Tidak Ada Intervensi Pemerintah

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak ada intervensi pemerintah dalam penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan "chat" berkonten pornografi yang melibatkan...

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...