Serangan Milisi Kristen ke Masjid Tewaskan 20 Orang di Afrika Tengah

3
3382
Bangui, terbakar
Sebuah lingkungan di ibukota Bangui, terbakar setelah milisi anti-Balaka menyerang pemberontak Seleka yang telah menggulingkan pemerintah.(Foto: Marcus Bleasdale/Pullitzer.org)

BANGUI, SERUJI.CO.ID – Lebih dari 20 Muslim terbunuh pada sebuah serangan di sebuah masjid di bagian tenggara Republik Afrika Tengah pada saat sholat Jumat, Sabtu (14/10).

“Korban berada di masjid saat gerilyawan Anti-Balaka menyerbu masjid tersebut, menewaskan sedikitnya 20 jamaah,” kata Abdouraman Bornou, seorang pemimpin masyarakat setempat.

Insiden tersebut terjadi di Masjid Djimbi, di bagian tenggara negara tersebut.

Ousman Mahamat, seorang pemimpin komunitas Muslim, mengatakan, “Apa yang baru saja terjadi di Djimbi sangat menghancurkan.”

Sejak 2013, ribuan orang terbunuh dalam konflik sektarian di negara tersebut, dan ribuan orang telah meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di negara-negara tetangga, termasuk Kamerun dan Chad.

Dalam sebuah laporan tahun 2015, Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 5.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil, tewas dalam kekerasan sektarian di Republik Afrika Tengah meskipun ada pasukan internasional.

Misi perdamaian PBB di negara tersebut, Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensional di Republik Afrika Tengah atau MINUSCA, dengan keras mengecam kekerasan tersebut.
“Kekerasan mengakibatkan kematian beberapa anggota komunitas Muslim. MINUSCA dan pemerintah Republik Afrika Tengah akan mengirimkan misi bersama ke Kembe dalam beberapa jam mendatang untuk mengetahui situasi di lapangan, “kata sebuah pernyataan MINUSCA, dikutip dari Anadolu Agency.

“MINUSCA menyesalkan gelombang kekerasan yang mengakibatkan beberapa korban, termasuk penjaga perdamaian. Tindakan kekerasan ini telah berkontribusi terhadap peningkatan jumlah orang terlantar dan kerja kemanusiaan yang lumpuh,” imbuhnya.

Seleka versus Anti-Balaka

Kekerasan meletus di Afrika Tengah pada tahun 2013, ketika Kelompok Seleka yang mayoritas Muslim melakukan pemberontakan yang akhirnya berhasil menggulingkan Presiden Francois Bozize, seorang pemimpin Kristen, yang dia sendiri berkuasa pada kudeta tahun 2003.

Pertarungan sengit terus berlanjut antara Seleka dan pemberontak Anti-Balaka yang mayoritas Kristen.

Milisi Anti-Balaka terdiri dari orang-orang dari bagian selatan dan barat negara ini, yang kebanyakan adalah orang beragama Kristen. Kelompok baru ini mengidentifikasi dirinya sebagai milisi Kristen. Kelompok ini awalnya muncul pada tahun 2013 sebagai kelompok pertahanan diri untuk melawan milisi Seleka yang menggulingkan Bozize, dan didominasi oleh para pendukung Bozize.

Beberapa mantan anggota angkatan bersenjata nasional yang tetap setia kepada Bozize adalah anggota kelompok tersebut. Seleka adalah sebuah aliansi dari beberapa kelompok bersenjata dari bagian timurlaut yang beragama mayoritas Muslim di negara ini.

Hampir setengah dari jumlah penduduk Afrika Tengah bergantung pada bantuan kemanusiaan, menurut info dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB. (Gzl/SU02)

Komentar

BACA JUGA

Ratusan Bangunan Warisan Budaya, Belum Dapat Rekomendasi Cagar Budaya

 KULON PROGO, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 300 bangunan warisan budaya yang tersebar di 12 kecamatan, di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mendapat rekomendasi...

Gunakan Ijaazah Palsu, KPU Tak Loloskan Kandidat Petahana

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kandidat petahana dalam Pilkada Mimika yakni Eltinus Omaleng yang berpasangan dengan Johanes Rettob, dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi peserta pilkada serentak...

Dua Pemukiman Terbakar Akibat Karhutla, Polisi Tindak Tegas Pelaku

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan telah memerintahkan seluruh jajaran untuk menangkap pelaku pembakaran lahan dan menindak...

Bawaslu: Kabupaten Badung Rawan Pelanggaran Pilkada Bali

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali menyatakan Kabupaten Badung menjadi daerah yang paling rawan terjadi pelanggaran Pilkada Bali 2018, dibandingan dengan delapan...

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Berlakukan Jam Malam Pelajar

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) akan memberlakukan jam malam kepada pelajar di daerah ini, untuk mencegah mereka melakukan tindakan...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...