Presiden Somalia Nyatakan Bencana Nasional Kekeringan

2
232
Kekeringan di sisi timur Afrika sudah mencapai titik mengkhawatirkan. (image: courtesy to Instagram @fishfries)
Presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Mohamed alias Farmajo

MOGADISHU – Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Farmajo mengumumkan keadaan bencana nasional saat negeri di Tanduk Afrika itu menghadapi kekeringan parah dan krisis pangan. Berbicara dalam konferensi tentang kekeringan, ia mengimbau masyarakat internasional dan kelompok-kelompok di Somalia meningkatkan program bantuan darurat.

“Kita harus segera memberikan bantuan. Potensi untuk mencegah kelaparan dan kematian bisa diperbesar. Saya mengimbau semua donatur memberikan dana yang diperlukan untuk bantuan segera dan darurat, ” kata Presiden Farmajo, Selasa (28/2) di Mogadishu, dikutip Voice of America.

Menurut PBB, krisis di Somalia mengancam 6,2 juta orang atau lebih dari setengah populasi. Kondisi paling kering ada di utara. Produksi tanaman dan jumlah ternak merosot tajam setelah minimnya curah hujan tahun lalu. Pekan lalu, lembaga bantuan PBB memperingatkan hanya ada jendela dua bulan untuk mencegah bencana di Somalia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, kondisi kekeringan juga menyebabkan penyebaran penyakit. Sejak awal Januari, telah dilaporkan lebih dari 6.000 kasus kolera serta lebih dari 2.500 kasus yang diduga campak.

Somalia pernah dilanda bencana kelaparan pada 2011 yang meminta korban sedikitnya 260.000 orang. Untuk mencegah bencana serupa, PBB telah meluncurkan bantuan $ 825 juta pada Somalia untuk menutup biaya paruh pertama 2017.

Somalia adalah salah satu dari beberapa negara kawasan timur Afrika yang mengalami kekeringan dan kekurangan makanan. Yang terparah ada di Sudan Selatan. Lainnya di Ethiopia, Kenya, Tanzania, Mozambik, dan sisi utara Nigria. Di seberang pantai timur Afrika, ada juga Yaman yang terancam bencana karena kondisi alam dan konflik sekterian.

EDITOR: Omar Ballaz

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU