Presiden Mesir Dukung Penuh Kemerdekaan Rakyat Palestina

0
82
Salah satu demonstran Palestina menyerang menggunakan ketapel di Jalur Gaza, Senin (14/5/2018) (foto:nbcnews.com)

KAIRO, SERUJI.CO.ID – Presiden Mesir Abdel-Fattah As-Sisi dan Raja Jordania Abdullah II pada Rabu (23/5) menekankan bahwa tak-adanya prospek bagi masalah Palestina akan mengakibatkan ketidak-stabilan lebih parah di wilayah tersebut.

Selama satu pertemuan di Ibu Kota Mesir, Kairo, kedua pemimpin itu menyatakan masalah Yerusalem harus diselesaikan dalam masalah status akhir dengan dasar penyelesaian dua-negara.

Raja Jordania tiba di Kairo pada Rabu  (23/5) untuk kunjungan resmi satu-hari.

Juru Bicara bagi Presiden Mesir Bassam Rady mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa kedua pemimpin tersebut menekankan dukungan penuh mereka bagi hak sah rakyat Palestina, dengan hak untuk mendirikan negara merdeka mereka dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota.

Kunjungan Raja Jordania tersebut dilakukan hampir satu pekan setelah kedua pemimpin itu membahas, dalam percakapan telepon, upaya untuk mencapai penyelesaian politik di wilayah tersebut serta perkembangan terkini di wilayah itu, terutama di Palestina.

Tak kurang dari 63 orang Palestina di Jalur Gaza tewas dan sebanyak 2.800 orang lagi cedera dalam bentrokan antara pasukan Israel dan pemrotes Palestina, yang menentang pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem, kota yang bagian timurnya diinginkan oleh Palestina sebagai Ibu Kota Negara masa depan mereka.

Pada 14 Mei, Amerika Serikat memindahkan Kedutaan Besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, enam bulan setelah Presiden AS Donald Trump mengakui kota yang menjadi sengketa tersebut sebagai Ibu Kota Israel.

Mereka juga menyoroti pentingnya untuk melanjutkan upaya masyarakat internasional guna melanjutkan perundingan langsung antara pihak Palestina dan Israel, yang akan mengarah kepada penyelesaian dua-negara dengan dasar gagasan perdamaian Arab dan akan memberi sumbangan bagi pemulihan kestabilan serta pembukaan babak baru buat Timur Tengah.

Kedua pemimpin itu juga menekankan perlunya penyelesaian politik bagi krisis di Suriah, guna memelihara keutuhan wilayahnya, dan menegaskan dukungan mereka buat rakyat Suriah agar mereka bisa mewujudkan aspirasi untuk hidup dalam keselamatan dan kestabilan.

Keduanya juga telah menggaris-bawah keinginan bagi koordinasi timbal-balik di berbagai bidang kepentingan bersama guna memajukan hubungan strategis antara kedua negara mereka. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Hari Reresik Malioboro

Wisatawan Keluhkan Mahalnya Tarif Parkir di Yogyakarta

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Keluhan wisatawan terkait tarif parkir kendaraan yang melebihi ketentuan saat libur Lebaran, khususnya di kawasan wisata Kota Yogyakarta mewarnai lini massa di...

Seorang Warga Nunukan Digigit Buaya

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Kampung Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengalami luka-luka akibat digigit buaya pada Ahad (17/6), sekitar pukul 10.30...
Mochamad Iriawan

Terungkap Pengusul Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar, Mendagri: Presiden Jokowi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Teka-teki siapa pengusul Komisari Jendral Polisi M. Iriawan sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat, menggantikan Ahmad Heryawan, terjawab saat pelantikan Iriawan yang...

Satpam Sekolah Gagalkan Pencurian Laptop

PONOROGO, SERUJI.CO.ID - Satpam SMPN 2 Jetis, Marni menggagalkan pencurian "laptop" atau komputer jinjing yang dilakukan dua orang tersangka, Randy dan Dika keduanya warga Kabupaten...

Abrasi Laut Ancam Wisata Tanjung Lesung

BANTEN, SERUJI.CO.ID - Abrasi air laut berpotensi mengancam puluhan meter jalan utama menuju destinasi wisata Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang menjadi pilihan favorit...