Kelompok Hasm Mesir Mengakui Serangan Terhadap Kedubes Myanmar

0
49
hasm
Mesir menuduh Hasm sebagai sayap militan Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok Islam yang dilarang pada tahun 2013. Namun, Ikhwanul Muslimin membantahnya. (Foto: Indian Express)

KAIRO, SERUJI.CO.ID – Kelompok Harakat Saad Masri (Hasm), Mesir, Ahad (2/10), mengaku bertanggung jawab terhadap sebuah ledakan kecil di Kedutaan Besar Myanmar di Kairo, dengan mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan balasan atas tindakan militer negara tersebut terhadap Muslim Rohingya.

Kementerian dalam negeri Mesir belum memberikan tanggapannya terkait ledakan Sabtu itu, yang oleh warga dan media pada awalnya dilaporkan sebagai dugaan ledakan akibat pipa gas yang bocor. Dua sumber keamanan mengatakan bahwa jejak bahan peledak ditemukan di tempat kejadian.

“Serangan bom ini menjadi peringatan kepada kedutaan rezim pembunuh, pembunuh wanita dan anak-anak di negara bagian Rakhine, dan dalam solidaritas terhadap anak-anak Muslim yang lemah ini,” kata Hasm dalam pernyataannya.

Ini adalah pertama kalinya Hasm, sebuah kelompok yang dituduh telah melakukan beberapa serangan menyasar hakim dan polisi di sekitar Kairo setahun belakangan, mengakui serangan terhadap sasaran sipil.

“(Kami telah) sangat hati-hati untuk memastikan bahwa tidak ada korban sipil atau orang yang tak bersalah (terluka) selama operasi,” kata Hasm dalam pernyataannya.

Juru bicara pemerintah Myanmar mendesak warga negaranya yang berada di luar negeri untuk meningkatkan kewaspadaannya.

“Dimohon untuk tingkatkan kewaspadaan kepada warga Myanmar yang berada di seluruh dunia,” kata juru bicara, Zaw Htay, dalam akun Twitter-nya.

Gelombang kekerasan terkini di Rakhine, Myanmar barat dimulai pada 25 Agustus, ketika gerilyawan Rohingya menyerang sejumlah pos polisi dan sebuah markas tentara, menewaskan sekitar 12 orang.

Serangan balasan Militer Myanmar telah menyebabkan lebih dari 410.000 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh, kelompok pemantau hak asasi mengatakan bahwa operasi yang dilancarkan oleh militer Myanmar adalah sebuah upaya untuk mengusir masyarakat Muslim dari negara itu yang kebanyakan penduduknya beragama Buddha.

Mesir menuduh Hasm sebagai sayap pemberontak dari Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok organisasi Islam yang dilarang keberadaannya sejak 2013. Namun Ikhwanul Muslimin membantah tuduhan tersebut.

Ratusan tentara dan polisi Mesir tewas ketika berusaha memerangi pemberontakan di Sinai yang semakin meningkat sejak pertengahan 2013, ketika Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, yang kini menjabat sebagai presiden, menggulingkan Mohamed Mursi setelah terjadi aksi unjuk rasa besar terhadap pemerintahannya. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Toba

KemenPURR Anggarkan Rp 800 Miliar untuk Danau Toba dan Pulau Samosir

DELI SERDANG, SERUJI.CO.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp 800 miliar hingga 2019 untuk membangun jalan menuju Danau Toba dan Pulau...
Besiktas - 2017

Besiktas Masuk ke Putaran 16 Besar Liga Champions Untuk Pertama Kalinya

ISTANBUL, SERUJI.CO.ID -  Juara Turki Besiktas mencapai putaran 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya ketika mereka bangkit dan bermain imbang 1-1 dengan tamunya Porto,...
Kapuspenkum Kejagung M Rum

Kejagung: Pembobol Kredit Bank Mandiri Segera Disidangkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kejaksaan Agung menyatakan tersangka pembobolan kredit PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 201,098 miliar, MS alias HP atau Aping dan EWL, segera...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...