Kelompok Hasm Mesir Mengakui Serangan Terhadap Kedubes Myanmar

0
57
hasm
Mesir menuduh Hasm sebagai sayap militan Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok Islam yang dilarang pada tahun 2013. Namun, Ikhwanul Muslimin membantahnya. (Foto: Indian Express)

KAIRO, SERUJI.CO.ID – Kelompok Harakat Saad Masri (Hasm), Mesir, Ahad (2/10), mengaku bertanggung jawab terhadap sebuah ledakan kecil di Kedutaan Besar Myanmar di Kairo, dengan mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan balasan atas tindakan militer negara tersebut terhadap Muslim Rohingya.

Kementerian dalam negeri Mesir belum memberikan tanggapannya terkait ledakan Sabtu itu, yang oleh warga dan media pada awalnya dilaporkan sebagai dugaan ledakan akibat pipa gas yang bocor. Dua sumber keamanan mengatakan bahwa jejak bahan peledak ditemukan di tempat kejadian.

“Serangan bom ini menjadi peringatan kepada kedutaan rezim pembunuh, pembunuh wanita dan anak-anak di negara bagian Rakhine, dan dalam solidaritas terhadap anak-anak Muslim yang lemah ini,” kata Hasm dalam pernyataannya.

Ini adalah pertama kalinya Hasm, sebuah kelompok yang dituduh telah melakukan beberapa serangan menyasar hakim dan polisi di sekitar Kairo setahun belakangan, mengakui serangan terhadap sasaran sipil.

“(Kami telah) sangat hati-hati untuk memastikan bahwa tidak ada korban sipil atau orang yang tak bersalah (terluka) selama operasi,” kata Hasm dalam pernyataannya.

Juru bicara pemerintah Myanmar mendesak warga negaranya yang berada di luar negeri untuk meningkatkan kewaspadaannya.

“Dimohon untuk tingkatkan kewaspadaan kepada warga Myanmar yang berada di seluruh dunia,” kata juru bicara, Zaw Htay, dalam akun Twitter-nya.

Gelombang kekerasan terkini di Rakhine, Myanmar barat dimulai pada 25 Agustus, ketika gerilyawan Rohingya menyerang sejumlah pos polisi dan sebuah markas tentara, menewaskan sekitar 12 orang.

Serangan balasan Militer Myanmar telah menyebabkan lebih dari 410.000 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh, kelompok pemantau hak asasi mengatakan bahwa operasi yang dilancarkan oleh militer Myanmar adalah sebuah upaya untuk mengusir masyarakat Muslim dari negara itu yang kebanyakan penduduknya beragama Buddha.

Mesir menuduh Hasm sebagai sayap pemberontak dari Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok organisasi Islam yang dilarang keberadaannya sejak 2013. Namun Ikhwanul Muslimin membantah tuduhan tersebut.

Ratusan tentara dan polisi Mesir tewas ketika berusaha memerangi pemberontakan di Sinai yang semakin meningkat sejak pertengahan 2013, ketika Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, yang kini menjabat sebagai presiden, menggulingkan Mohamed Mursi setelah terjadi aksi unjuk rasa besar terhadap pemerintahannya. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
narkoba

Kotak Rokok Berisi Belasan Paket Sabu Disita Polres Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, SERUJI.CO.ID - Anggota Kepolisian Resor Lhokseumawe dari Polsek Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh berhasil menangkap pengedar narkotika jenis sabu-sabu dan menemukan sebanyak 16...

Polres Lhokseumawe Tangkap Perawat Pencuri Ribuan Botol Infus

LHOKSEUMAWE, SERUJI.CO.ID - Personel Kepolisian Resor Lhokseumawe, Provinsi Aceh menangkap dua orang perawat yang diduga melakukan aksi pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus. Kapolres Lhokseumawe AKBP...
Sudirman Said - Ida Fauziah

Ratusan Dokter Spesialis Dukung dan Siap Kampanyekan Sudirman-Ida

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Sekitar 450 dokter spesialis siap membantu kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sudirman Said-Ida Fauziyah di bidang kesehatan. "Kami memiliki kepedulian di...
Video Cak Imin dukung Khofifah

Muslimat Dukung Cak Imin Maju Sebagai Cawapres di Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sekitar seribu orang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (18/2), mendeklarasikan dukungan kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa...
Airlangga Hartarto

Golkar Dapat Nomor Urut 4, Airlangga: Sesuai Dengan 4 Pilar dan Catur Sukses

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan nomor urut yang diperoleh partainya, yakni empat, sesuai dengan jumlah empat pilar kebangsaan yang...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...