Bangun Bendungan Besar, Ini Janji Ethiopia

0
47
Sungai Nil (foto:wikipedia)

KAIRO, SERUJI.CO.ID – Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali pada Ahad (10/6) berikrar Ethiopia takkan merugikan jatah air Sungai Nil untuk Mesir melalui pembangunan Bendungan Besar Renaissance Ethiopia (GERD).

Pernyataannya dikeluarkan dalam taklimat bersama di Ibu Kota Mesir, Kairo, dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah As-Sisi setelah pembicaraan mereka mengenai bendungan raksasa yang saat ini dibangun di Sungai Nil.

“Saya bersumpah bahwa Ethiopia takkan merugikan jatah air Mesir,” kata Perdana Menteri Ethiopia tersebut selama kunjungan pertamanya ke Kairo sejak ia memangku jabatan pada April.

Ethiopia, negara yang berada di hulu Lembah Nil dan Sudan di hilir mengharapkan manfaat dari GERD, yang sedang dibangun, sementara Mesir yang juga berada di hilir Sungai Nil mungkin menghadapi pengaruh pada jatah 55,5 miliar meter-kubik air Sungai Nil per tahun.

Sementara itu, As-Sisi menggambarkan hubungan Mesir dengan Ethiopia sebagai strategis, dan berjanji akan memelihara kerja sama dengan Ethiopia demi kepentingan terbaik kedua negara.

“Saya ingin menyatakan kembali bahwa hubungan antara Mesir dan Ethiopia adalah hubungan kemitraan strategis, dan kebijakan strategis Mesir ialah meningkatkan kepentingan bersama dengan Ethiopia di segala bidang,” kata Presiden Mesir itu dalam taklimat tersebut.

Kunjungan Ali dilakukan tiga pekan setelah satu terobosan dalam pembicaraan terlihat selama pertemuan tingkat menteri sembilan-anggota, yang diselenggarakan di Addis Ababa, Ethiopia, pada pertengahan Mei, yang terdiri atas menteri urusan luar negeri, pejabat yang bertanggung-jawab atas sumber daya air dan kepala dinas intelijen Mesir, Ethiopia serta Sudan.

“Kunjungan ini penting sebab ini adalah kunjungan pertama perdana menteri baru Ethiopia ke Kairo dan akan mengungkapkan visinya mengenai masalah bendungan,” kata Hani Raslan, Kepala Departemen Studi Sudan dan Lembah Nil di Pusat Kajian Politik dan Strategis Al-Ahram yang berpusat di Kairo.

Selama pertemuan di Addis Ababa, ketiga negara tersebut sepakat untuk membentuk satu kelompok kajian ilmiah bagi konsultasi tentang pembangunan dan pengisian bendungan serta menyelenggarakan pertemuan puncak di kalangan pemimpin ketiga negara setiap enam bulan.

Satu pertemuan serupa tingkat menteri pada April di Ibu Kota Sudan, Khartoum, gagal mencapai kesepakatan mengenai masalah teknis terkait dengan GERD; Ethiopia dan Sudan menganggap Mesir bertanggung-jawab atas kegagalan pembicaraan itu dan Mesir menolak tuduhan tersebut serta mengundang Ethiopia serta Sudan ke pembicaraan lebih lanjut di Kairo. (Ant/Su02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Sohibul Iman - Sudirman Said

Sudirman: 27 Juni Akan Muncul Pemimpin Baru Yang Bekerja Keras untuk Rakyat

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur nomor urut dua dalam Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said, optimis akan lahir pemimpin baru di Jawa Tengah usai pencoblosan...
habib rizieq shihab

Miliki Pengaruh Besar, Tempatkan Habib Rizieq Sebagai Pemimpin Umat Saat Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengungkapkan bahwa pengaruh Habib Rizieq Shihab sangat diperhitungkan jelang pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hal itu,...

Terkait SP3 Kasus Habib Rizieq, Jokowi: Tidak Ada Intervensi Pemerintah

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak ada intervensi pemerintah dalam penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan "chat" berkonten pornografi yang melibatkan...

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...