Vonis 15 Tahun, Ini Harapan Fahri Untuk Setnov

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berharap mantan Ketua DPR RI Setya Novanto berjiwa besar menerima putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang memvonis 15 tahun penjara.

“Saya sebagai sahabat tentu berharap dia tidak terpukul,” kata Fahri usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya di Jakarta, Rabu (2/5).

Fahri menjalani pemeriksaan sebagai saksi yang melaporkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Imam dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik.

Fahri mengaku banyak mengetahui kasus tindak pidana korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang menjerat Novanto.

Namun politikus PKS itu tidak dapat berbicara banyak mengenai kasus korupsi KTP elektronik itu karena kembali kepada Novanto dituduh terlibat perkara itu.

Fahri mengharapkan Novanto tidak lama larut dalam kesedihan menerima putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor DKI Jakarta.

“Dia harus kembali beraktivitas kembali dan membangun masa depannya,” ujar Fahri.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor DKI Jakarta menvonis terdakwa perkara korupsi KTP elektronik Setya Novanto dengan hukuman 15 tahun penjara dan pidana denda Rp500 juta pada Selasa (24/4).

Hakim menilai Novanto terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara mengintervensi dan menggiring proyek KTP elektronik yang merugikan keuangan negara senilai Rp5,8 triliun.

Hakim juga mencabut hak politik selama lima tahun kepada politikus Partai Golkar itu. Atas putusan itu Setya Novanto menerima sehingga tidak mengajukan banding. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER