Ustadz Alfian Tanjung Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

JAKARTA – Setelah diperiksa tim penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polda Metro Jaya sejak Senin (29/5) siang hingga dini hari, ustadz Alfian Tanjung langsung ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian (hate speech) dan ditahan di Polda Metro Jaya.

Menurut Penasehat Hukum Ahmad Husen, ustadz Alfian dikenai pasal 156 KUHP atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka UU RI No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis atau Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU No19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Sebelum ditahan, ustadz Alfian sebenarnya datang diperiksa sebagai saksi terlapor. Ini merupakan pemeriksaan kali pertama sebagai saksi. Akan tetapi pada Selasa 30 Mei, jam 00.15 WIB, statusnya ditingkatkan sebagai tersangka dan langsung ditahan,” kata Husen dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/5).

Husen menjelaskan, pemeriksaan dimulai hari Senin (29/5) dari pukul 13.00 WIB sampai 21.00 WIB. Ustadz Alfian diminta menjawab 52 pertanyaan oleh penyidik. Kemudian dilanjutkan dengan pengoreksian/pembacaan ulang print out BAP sampai pukul 23.15 WIB. Pada Selasa (30/5) pukul 00.15 WIB, dia menandatangani surat penangkapan dan penahanan terhadap dirinya.

Pemanggilan ustadz Alfian berawal dari laporan Sudjatmiko, warga Surabaya, yang melaporkannya ke Bareskrim Polri atas ceramahnya yang dianggap mengandung fitnah dan pencemaran nama baik saat menyampaikan materi tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) dan PKC (Partai Komunis China) di Masjid Mujahidin yang berlokasi di Jalan Perak Barat, Surabaya, Jawa Timur.

Saat itu dia tengah ceramahnya, ia menyebut sejumlah kader PDIP dan orang-orang terdekat Presiden Joko Widodo sebagai kader PKI. Istana Negara, kata ustadz Alfian, sering digunakan sebagai rapat PKI di malam hari.

Atas laporan Sudjatmiko itu, penyidik Bareskrim mendatangi Yayasan Masjid Mujahidin dan memeriksa empat pengurus masjid. Penyidik akhirnya memeriksa empat orang, yakni Ketua Umum Yayasan Masjid Mujahidin Hasyim Yahya, Ketua Ustadz Maman Roadiawan, Sekretaris Ustadz Syahrul Muakaram, dan takmir masjid Sugiharto. (IwanY)

4 KOMENTAR

  1. Ujaran kebencian? Beliau menyerang PKI, Jokowi aja bilang PKI suruh digebuk? Kenapa beliau yg ditangkap? Kalo ada materinya yg tidak sesuai fakta ayo lakukan diskusi ilmiah terbuka ttg statement beliau supaya masyarakat bisa paham mana yang benar mana yang salah.. Kalo begini caranya jangan2…

  2. yang melaporkan,pastilah orang aliran sesat/pki.sebab Ustad Alfian itu,seorang peneliti aliran sesat(yg dilarang oleh UUD Negara),polisi kok menjadikannya sebagai tersangka!!!?.polisi kok malah melindungi oknum beraliran sesat/pki,yg jelas dilarang di NKRI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER