Ustadz Alfian Tanjung Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

4
1227
alfian tanjung
Barang bukti berupa video ustadz Alfian Tanjung yang dilaporkan mengandung ujaran kebencian, fitnah, dan pencemaran nama baik. (Foto: Youtube)

JAKARTA – Setelah diperiksa tim penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polda Metro Jaya sejak Senin (29/5) siang hingga dini hari, ustadz Alfian Tanjung langsung ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian (hate speech) dan ditahan di Polda Metro Jaya.

Menurut Penasehat Hukum Ahmad Husen, ustadz Alfian dikenai pasal 156 KUHP atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka UU RI No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis atau Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU No19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Sebelum ditahan, ustadz Alfian sebenarnya datang diperiksa sebagai saksi terlapor. Ini merupakan pemeriksaan kali pertama sebagai saksi. Akan tetapi pada Selasa 30 Mei, jam 00.15 WIB, statusnya ditingkatkan sebagai tersangka dan langsung ditahan,” kata Husen dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/5).

Loading...

Husen menjelaskan, pemeriksaan dimulai hari Senin (29/5) dari pukul 13.00 WIB sampai 21.00 WIB. Ustadz Alfian diminta menjawab 52 pertanyaan oleh penyidik. Kemudian dilanjutkan dengan pengoreksian/pembacaan ulang print out BAP sampai pukul 23.15 WIB. Pada Selasa (30/5) pukul 00.15 WIB, dia menandatangani surat penangkapan dan penahanan terhadap dirinya.

Pemanggilan ustadz Alfian berawal dari laporan Sudjatmiko, warga Surabaya, yang melaporkannya ke Bareskrim Polri atas ceramahnya yang dianggap mengandung fitnah dan pencemaran nama baik saat menyampaikan materi tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) dan PKC (Partai Komunis China) di Masjid Mujahidin yang berlokasi di Jalan Perak Barat, Surabaya, Jawa Timur.

Saat itu dia tengah ceramahnya, ia menyebut sejumlah kader PDIP dan orang-orang terdekat Presiden Joko Widodo sebagai kader PKI. Istana Negara, kata ustadz Alfian, sering digunakan sebagai rapat PKI di malam hari.

Atas laporan Sudjatmiko itu, penyidik Bareskrim mendatangi Yayasan Masjid Mujahidin dan memeriksa empat pengurus masjid. Penyidik akhirnya memeriksa empat orang, yakni Ketua Umum Yayasan Masjid Mujahidin Hasyim Yahya, Ketua Ustadz Maman Roadiawan, Sekretaris Ustadz Syahrul Muakaram, dan takmir masjid Sugiharto. (IwanY)

loading...

4 KOMENTAR

  1. Ujaran kebencian? Beliau menyerang PKI, Jokowi aja bilang PKI suruh digebuk? Kenapa beliau yg ditangkap? Kalo ada materinya yg tidak sesuai fakta ayo lakukan diskusi ilmiah terbuka ttg statement beliau supaya masyarakat bisa paham mana yang benar mana yang salah.. Kalo begini caranya jangan2…

  2. yang melaporkan,pastilah orang aliran sesat/pki.sebab Ustad Alfian itu,seorang peneliti aliran sesat(yg dilarang oleh UUD Negara),polisi kok menjadikannya sebagai tersangka!!!?.polisi kok malah melindungi oknum beraliran sesat/pki,yg jelas dilarang di NKRI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU