Timika Masih Jadi Target Peredaran Narkoba

TIMIKA, SERUJI.CO.ID –  Jajaran Kepolisian Resor Mimika, Papua memastikan wilayah Timika dan sekitarnya hingga kini masih menjadi target peredaran narkoba mengingat keuntungan yang didapatkan dari bisnis haram tersebut cukup menggiurkan.

Kasat Narkoba Polres Mimika Iptu Laurentius Kordiali di Timika, Kamis (31/5), mengatakan jaringan peredaran narkoba di wilayah itu sudah bisa dipetakan oleh pihak kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten Mimika.

“Kalau bicara jaringan banyak, Timika tetap menjadi target peredaran narkoba. Kami sudah bisa memetakan mereka semua, tinggal tunggu waktunya saja untuk bisa terungkap,” kata Kordiali.

Ia mengatakan barang bukti narkoba yang diedarkan di Timika sebagian besar didatangkan dari Makassar melalui jasa pengiriman barang lantaran waktu pengiriman yang cepat hanya tiga hingga empat hari.

Harga jual narkoba jenis sabu-sabu di Timika juga cukup menggiurkan berkisar Rp2,5 juta per gram. Barang yang sama dibeli di Makassar dengan harga sekitar Rp1,2 juta per gram.

“Keuntungan yang mereka peroleh sangat besar 70-80 persen dari harga beli di Makassar. Makanya semakin banyak pemain yang terlibat, apalagi peredarannya tidak lama, hanya butuh dua sampai tiga hari sudah habis,” jelas Kordiali.

Pada Senin (28/5), Satuan Narkoba Polres Mimika menangkap tiga orang masing-masing berinisial Ru, Ju alias Ac dan Da alias PD yang terlibat jaringan peredaran narkoba di Timika sejak April.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan 23 gram narkoba jenis sabu-sabu.

Ru ditangkap di salah satu rumah kontrakan di Kelurahan Wanosari Jaya SP4, jalur 7. Di rumah Ru, polisi mengamankan tiga bungkus plastik bening, satu bungkus sedang plastik bening dan satu bungkus plastik bening yang semuanya berisi sabu-sabu seberat 8,9 gram.

Ikut diamankan di lokasi itu sebuah timbangan merk Camry warna hitam, sebuah telefon genggam, dan sebuah alat hisap.

Setelah diinterogasi, Ru mengaku menerima barang tersebut dari PD, warga Kilometer 10 Kadun Jaya.

Selanjutnya petugas meringkus PD di sebuah gubuk kecil di ruas jalan poros Timika-Mapurujaya.

Kepada petugas, PD mengaku menyembunyikan sabu-sabu miliknya di rumah Ju alias Ac seberat 14,4 gram.

“PD mengaku menitipkan barang di rumah Ac karena merasa was-was akan digerebek oleh aparat. Untuk menghilangkan jejak, Ac menyembunyikan sabu-sabu milik PD di sela-sela atap seng,” tutur Kordiali.

Atas perbuatan tersebut, ketiga tersangka kini meringkuk di terali besi Rutan Polsek Mimika Baru.

Tersangka PD dan Ru terancam pidana maksimal 20 tahun penjara sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 114 dan Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara tersangka Ac diancam dengan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 karena terlibat ikut menyembunyikan atau menyimpan narkoba. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Indonesia Darurat Keadilan

Ghazwul Fikri dan Media