Tidak Sampaikan Informasi Yang Benar, Pakar Hukum: Meikarta Berpotensi Pidana

0
702
James Riady, pemilik Lippo Group saat peresmian mega proyek Meikarta. (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pakar hukum pidana bisnis dari Universitas Bina Nusantara, Dr. Ahmad Sofian, SH, MA mengatakan PT. Lippo Cikarang Tbk pemilik mega proyek Meikarta City, di Cakarang, Kabupaten Bekasi, berpotensi melakukan tindak pidana karena melanggar doktrin hukum dan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

“Dalam banyak laporan yang dirilis media, PT. Lippo Cikarang Tbk telah memiliki izin untuk membangun perumahan seluas lebih kurang 84 Ha, namun dalam promosinya seolah-olah Meikarta telah mengantongi izin seluas 500 Ha,” kata Sofian dalam seminar yang diadakan oleh Kolegium Jurist Institute (KJI) bersama Pusat Studi ketatanegaraan, Fakultas Hukum Universitas Taruma Negara, di Jakarta, Jumat (22/9).

Menurut doktor hukum pidana lulusan Universitas Indonesia ini promosi dan penjualan yang dilakukan oleh Lippo tersebut berpotensi melanggar doktrin hukum yang disebut “fraudulent misrepresentation”, yaitu suatu pebuatan atau rangkaian perbuatan yang sengaja dilakukan untuk menyampaikan fakta-fakta materiil yang benar kepada pihak lain namun fakta-fakta materiil yang benar tersebut tidak disampaikan oleh pelaku.

“Pelaku tidak menyampaikan kebenaran yang utuh atas fakta-fakta yang seharusnya disampaikan bahkan dengan sengaja menutupinya. Akibat dari perbuatan tersebut dalam jangka pendek maupun jangka panjang, berpotensi terjadinya kerugian yang dialami oleh konsumen (pembeli properti Meikarta -red),” ungkap Sofian.

Doktrin tersebut, lanjutnya, banyak digunakan dalam hukum kontrak dan juga hukum konsumen, yang kemudian dalam perkembangannya doktrin ini juga digunakan dalam hukum pidana terutama ketika dikaitkan dengan perbuatan curang (fraud).

“Jika dikaitkan dengan pembangunan Meikarta, pertanyaan yang dapat diajukan agar doktrin fraudulent misrepresentation ini terpenuhi adalah apakah ada informasi materiil yang tidak disampaikan dengan sengaja oleh Lippo Group kepada konsumen, sehingga akhirnya konsumen yang menyerahkan uangnya berpotensi dirugian di masa depan?” ujarnya.

Komentar

BACA JUGA

Ratusan Bangunan Warisan Budaya, Belum Dapat Rekomendasi Cagar Budaya

 KULON PROGO, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 300 bangunan warisan budaya yang tersebar di 12 kecamatan, di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mendapat rekomendasi...

Gunakan Ijaazah Palsu, KPU Tak Loloskan Kandidat Petahana

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kandidat petahana dalam Pilkada Mimika yakni Eltinus Omaleng yang berpasangan dengan Johanes Rettob, dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi peserta pilkada serentak...

Dua Pemukiman Terbakar Akibat Karhutla, Polisi Tindak Tegas Pelaku

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan telah memerintahkan seluruh jajaran untuk menangkap pelaku pembakaran lahan dan menindak...

Bawaslu: Kabupaten Badung Rawan Pelanggaran Pilkada Bali

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali menyatakan Kabupaten Badung menjadi daerah yang paling rawan terjadi pelanggaran Pilkada Bali 2018, dibandingan dengan delapan...

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Berlakukan Jam Malam Pelajar

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) akan memberlakukan jam malam kepada pelajar di daerah ini, untuk mencegah mereka melakukan tindakan...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...