Ternyata, Pelaku dan Korban Penembakan TNI di Jatinegara Tak Saling Kenal

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ternyata, antara pelaku penembakan, Serda Jhoni Risdianto, dan korban anggota TNI AD, Letnan Kolonel CPM Dono Kuspriyanto, diketahui tidak saling mengenal. Ini terungkap setelah Satuan Polisi Militer TNI AU di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma memeriksa gawai pelaku.

“Tidak ada satu pun percakapan, pesan, panggilan yang berhubungan dengan korban. Jadi dapat kami simpulkan tersangka dan korban tidak saling mengenal,” ujar Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Dinas Penerangan TNI AU, Letnan Kolonel Khusus M Yuris, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (26/12).

Kasus yang melibatkan pelaku dan korban dari militer itu akan diproses di peradilan militer dan hukum yang berlaku adalah Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer. Pelaku dikenakan pasal 338 KUHPM dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara serta pemecatan.

“TNI AU dalam menyikapi kasus ini akan transparan hingga proses hukum selesai,” tegas Yuris.

Baca juga: Polisi Serahkan Penembak Letkol Dono Kepada TNI

Ia meminta masyarakat tidak berasumsi dan mengaitkan kasus penembakan dengan isu lainnya, karena kasus tersebut murni kriminal yang dilakukan perorangan oknum personel TNI AU.

“Ini murni kriminal, bukti dan saksi tidak satu pun mengindikasikan kejadian direncanakan,” katanya.

Pihaknya menyampaikan bela sungkawa atas kematian Dono Kuspriyanto, yang jabatan terakhir adalah Kepala Bagian Pengamanan Pusat Polisi Militer TNI AD, pernah menjadi Wakil Komandan Polisi Militer Kodam IX/Udayana, dan ia adalah abituren Akademi Militer tahun kelulusan 1987, seangkatan dengan Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Andika Perkasa.

TNI AU menanggung biaya pemakaman, dimana korban telah dimakamkan pada pukul 13.00 WIB di Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Penembak Letkol TNI AD Dibekuk, Pelakunya Anggota TNI AU

Pihaknya juga menyesalkan peristiwa itu dan berharap ke depan tidak akan terjadi lagi peristiwa seperti itu.

Sementara itu, pelaku penembakan telah ditangkap di Pasar Jengki Makasar, Jakarta Timur, Rabu (26/12) pagi, dan kini ditahan di Markas Komando Satuan Polisi Militer TNI AU di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma untuk disidik. (Ant/SU05)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bagaimana Kalau Prabowo Kalah Lagi?

Terpilih kembali atau tidaknya petahana adalah sebuah hal yang wajar di alam demokrasi. Karena tujuan dari pesta demokrasi, atau yang kita sebut Pilpres ini, adalah untuk mengukur kepuasan dan ketidakpuasan pada petahana.

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Muru’ah

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?