Tergiur Bonus, Lima Sopir Taksi Online Ini Nekat Manipulasi Orderan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Polda Jawa Timur telah menetapkan 5 tersangka terkait order fiktif yang dilakukan sopir taksi online. Tersangka telah melancarkan aksi manipulasi tersebut sejak november 2017.

Empat dari lima tersangka adalah warga asli Surabaya dan satu lainnya warga Semarang, Jawa tengah. DCT (35) warga kelurahan kapasari, MGH warga kelurahan Mulyorejo, KDSK (26) warga Kapasari, MH (35) warga Jajar Tunggal, dan JS (33) warga asal Semarang Jateng.

Kelima sopir taksi online tersebut ditangkap oleh Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, Senin, 5 Maret 2018, di komplek Puri Asri, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.

Modusnya sederhana, pelaku melakukan manipulasi orderan taksi online mengunakan HP pelor milik para pelaku, agar nampak seolah-olah driver taksi online yang bersangkutan tengah melakukan antar jemput nyata dari para penumpang.

Tujuannya, para pelaku ingin mendapat bonus atau insentif yang disediakan perusahaan taksi online, Grab, bagi sopir yang memenuhi target jumlah orderan tertentu.

“Tersangka sendiri yang memesan dengan menggunakan HP pelor sebanyak 16 unit,” jelas Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera dalam rilis yag diterima SERUJI, Selasa (13/3).

Kelima pelaku order fiktif tersebut dijerat dengan pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas UU RI no. 1 Tahun 2008 tnetang informasi dan transaksi elektronik Jo Pasal 55 KUHP dan atau pasal 378 KUHP Jo pasal 55 KUHP

“Perbuatan tersangka tersebut merupakan tindak pidana sengaja dan tanpa hak manipulasi, pencitraan perubahan penghilangan, pengrusakan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dengan tujuan agar informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dianggap data yang otentik,” jelas Frans Barung Mangera. (Luh/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.