Temukan Santri Teler, Bupati: Penyalahgunaan Narkoba Masuk Pesantren

MARTAPURA, SERUJI.CO.ID – Bupati Banjar, Kalimantan Selatan, Khalilurahman prihatin terkait peredaran maupun penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya yang masuk ke pondok pesantren di kabupaten itu.

“Kami sangat prihatin karena narkoba sudah masuk ponpes yang berdampak rusaknya akhlak dan perilaku santri yang mendalami ilmu agama,” ujarnya di Kota Martapura, Jumat (16/2).

Dia menyebutkan, kasus terbaru yakni santri sebuah ponpes yang kedapatan tengah mabuk atau kondisi teler karena menghirup uap dari kaleng berisi lem atau biasa disebut “ngelem”.

Dijelaskan, temuan itu merupakan indikator bahwa narkoba termasuk lem yang bisa membuat orang menghirupnya mabuk atau teler, sudah masuk ponpes yang banyak terdapat di kabupaten itu.

“Apapun jenisnya, narkoba harus kita perangi bersama-sama, tidak bisa satu pihak saja yang bersikap dan bertindak tetapi harus bersama-sama sehingga peredarannya terputus,” ungkapnya.

Menurut bupati yang juga ulama sepuh Kalsel itu, peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan ponpes cukup marak sehingga harus menjadi perhatian seluruh pihak.

Ia mengatakan, ponpes yang cukup banyak tersebar di berbagai kawasan di Kabupaten Banjar menjadi salah satu sasaran peredaran narkoba yang siap dijadikan perusak generasi.

“Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah sasaran peredaran narkoba di Kalsel, apalagi julukan sebagai Serambi Mekah sehingga makin membuat orang berupaya merusaknya,” ucap dia.

Ditekankan Khalilurahman yang juga mantan pimpinan Ponpes Darussalam Martapura itu, jika kondisi itu dibiarkan maka dampaknya akan menghilangkan generasi masa depan bangsa.

“Kita semua harus bersikap maupun bertindak, baik dengan mencegahnya melalui pengawasan serta penindakan yang dilakukan aparat kepolisian. Jika tidak maka generasi hancur,” ujarnya.

Ditambahkan wakil bupati Saidi Mansyur, pengawasan harus semakin ditingkatkan terutama orang tua dan anggota keluarga yang mengawasi anggota keluarga lainnya.

“Orang tua dan anggota keluarga lain harus saling mengawasi sehingga tidak sampai anggota keluarga terjerumus menjadi pemakai maupun pengedar narkoba,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER