Sopir Bus Kecelakaan Beruntun Terancam Enam Tahun Penjara

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar, Bali, Kombes (Pol) Hadi Purnomo mengatakan tersangka Abdullah Aziz (42) sopir bus maut yang terlibat tabrakan beruntun dan menewaskan satu orang di Jalan Raya Uluwatu, Jimbaran, terancam hukuman enam tahun penjara.

“Tersangka kami jerat dengan Pasal 310 Ayat 4, Pasal 310 Ayat 3 dan Pasal 310 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009,” ujar Hadi Purnomo dalam jumpa pers di Polresta Denpasar, Rabu (18/4).

Ia mengatakan, kecelakaan lalu lintas di Jalan Uluwatu (Pepito-GWK) terjadi pada Jumat (13/4) diawali dengan pengemudi bus yang sedang membawa 40 wisatawan Tiongkok, satu pemandu wisata, satu kondektur dan tersangka bergerak dari Uluwatu menuju ke arah Jimbaran.

Kecelakaan itu itu terjadi karena, sopir bus tidak dapat menguasai bus (human error) sehingga menyebabkan terjadi kecelakaan menyebabkan satu korban meninggal dunia satu adalah seorang sopir mobil bak terbuka, Ida Bagus Putu Adnyana (46), selanjutnya satu orang luka ringan dan kerugian material Rp200 juta.

Dalam kejadian itu, menyerempet sepeda motor dan menabrak mobil Avanza nomor polisi DK-502-FS, mobil Innova nomor polisi DK-1506-OP dan motor Yamaha Vega nomor polisi DK-5378-GO.

Selanjutnya pengemudi banting setir ke kiri menabrak mobil nomor polisi DK-8616-UM dan mobil Toyota Yaris nomor polisi DK-1891-JF yang sedang parkir serta mobil Toyota Avanza nomor polisi DK-1469-ME yang melaju di depannya.

Setelah itu bus banting setir lagi ke kanan dan menabrak mobil Isuzu ELF nomor polisi DK-1397-BS yang akan berbelok ke kanan arah GWK. Ketika bus kembali banting setir ke kiri menabrak motor Honda Supra nomor polisi DK-6002-CF yang datang dari arah berlawanan. Laju bus terhenti setelah menabrak tiang listrik dan tembok rumah warga.

Akibat kejadian itu, tersangka kabur dan pada 14 April 2018 anggota Resmob Polresta Denpasar melakukan penyelidikan di daerah Genteng, Banyuwangi, Tegal Sari dan Sempu.

Setelah dilakukan penyelidikan didapat hasil bahwa pelaku tersebut tidak ada di daerah genteng, anggota kemudian lakukan penyelidikan terhadap keluarga pelaku untuk memastikan keadaan pelaku.

Pada 16 April 2018, anggota meminta keterangan kepada istri pelaku atas nama Anik Sumarni setelah diintrogasi mengakui bahwa pada 13 April 2018 menjemput pelaku dan di bawa ke karang sari Sempu.

Kemudian pada, 14 April 2018 pelaku pamit kepada istrinya untuk pergi ke Surabaya, Jawa Timur dengan naik bus, selanjutnya anggota meminta pihak istrinya untuk menghubungi pelaku agar menyerahkan diri.

Akhirnya pada, 17 April 2018, Pukul 09.30 WIB, pelaku mendatangi Kepolsek Wiyung Surabaya untuk menyerahkan diri. Anggota kemudian mengarah ke Surabaya untuk menjemput pelaku di Polsek Wiyung dan selanjutnya dibawa mengarah Polresta Denpasar. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Negeri Bohong

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER