Sidang Majikan Adelina Ditunda

BUKIT MERTAJAM, SERUJI.CO.ID – Sidang pembunuhan seorang tenaga kerja asal Indonesia, Adelina dengan terdakwa R Jayavartiny (32) dan S Ambika (59) di Mahkamah Majistret 2 Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, Kamis (19/4) ditunda karena alat bukti belum lengkap.

Pembantu rumah tangga (PRT) asal Kupang, Nusa Tenggara Timur meninggal dunia di Rumah Sakit Bukit Mertajam pada 11 Februari 2018, sehari setelah diselamatkan dari rumah majikannya di Taman Kota Permai.

Sidang yang dipimpin Hakim Dianee Ningrat Binti Nor Azhar tersebut ditunda 28 Mei 2018 karena ada alat bukti pathologi dari Jawatan Kimia belum selesai.

Sidang yang mulai berlangsung pukul 09.15 tersebut ikut dihadiri oleh Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur, Andreano Erwin dan Konsul Jendral KJRI Penang Iwanshah Wibisono.

Iwanshah Wibisono ketika ditemui usai sidang mengatakan pengadilan masih menunggu alat bukti dari Jawatan Kimia kendati hasil post mortum sudah ada.

“Kami ingin menuntaskan kasus ini secepat mungkin dan menuntut hukuman yang sesuai dari pemerintah Malaysia tetapi kita juga harus mengikuti proses hukum yang berlaku yang memerlukan alat bukti yang kuat untuk sidang selanjutnya,” katanya.

Iwanshah mengatakan keluarga Adelina memang menghendaki adanya keadilan dari sisi kemanusiaan dari hukum pidana namun tidak menutup kemungkinan adanya tuntutan ganti rugi dari pihak majikan.

“Sebanyak RM 69.300 telah diberikan kepada keluarga Adelima dari hasil gaji Adelia yang belum dibayar kemudian juga biaya pemulangan jenazah dan uang duka. Sedangkan uang papasan atau uang tuntutan perdata belum ada,” katanya.

Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur Andreano Erwin mengatakan kehadirannya bersama KJRI untuk memastikan proses jalannya persidangan sudah sesuai atau belum sehingga pemerintah Malaysia bisa menjalankan aturan hukum yang berlaku.

Dia mengatakan keinginan keluarga selain proses pidana adalah proses perdata dimana kerugiaan materiil harus turut diperjuangkan.

Ambika dijerat dakwaan pembunuhan dan terancam hukuman mati bila terbukti bersalah di pengadilan, sedangkan majikannya R Jayavartiny didakwa mempekerjakan warga negara asing secara ilegal dan terancam denda RM 10 ribu hingga RM 50 ribu atau hukuman penjara lebih dari 12 bulan sesuai pasal 55B Undang-Undang Imigrasi Malaysia. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close