Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Seorang pekerja PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dengan inisial SU (57 tahun) diketahui telah menggunakan ijazah palsu untuk bekerja di perusahaan BUMN pelayaran tersebut.

Dikutip dari Republika.co.id, SU yang telah bekerja sebagai dokter selama 25 tahun tersebut diketahui memalsukan ijazah kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas Makassar) setelah Pelni melakukan verifikasi data kepegawaian dalam rangka sertifikasi.

“Dalam verifikasi tersebut, terdapat data SU yang merupakan mantan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang menjadi tenaga medis di kapal dengan indikasi tidak valid,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni, Yahya Kuncoro di Jakarta, Senin (11/11).

Dijelaskan Yahya, bahwa pihaknya mengetahui ijazah SU palsu setelah melakukan pengecekan ke Unhas Makassar, dimana terungkap ijazah dokter bernomor: 2457-039-04/133-271-91 yang digunakan SU bekerja sebagai dokter kapal di PT Pelni (Persero) Kota Makassar tidak terdaftar.

“Ditemukan ketidakcocokan nomor ijazah, sehingga dinyatakan yang bersangkutan tidak kuliah di Universitas Hasanudin serta diduga ijazahnya palsu,” jelasnya.

Menurut Yahya, peristiwa itu dapat terjadi karena saat dulu SU direkrut belum ada teknologi digital seperti sekarang.

“Beliau kan PHL dan proses waktu zaman dulu manual semua, saat ini sudah tersistem dan online jadi terverifikasi dengan baik,” ujarnya.

Atas temuan tersebut, Pelni memberhentikan SU dan melaporkan ke Polda Sulsel atas tuduhan tindak pidana menempatkan keterangan palsu pada akta autentik.

SU diketahui berdomisili di Kota Tangerang. Ia terhitung bekerja sebagai dokter kapal di Kantor PT Pelni Persero Kota Makassar sejak 1994.

Menanggapi itu, Wakil Rektor I Universitas Hasanuddin (Unhas) Profesor Muh Restu mengatakan, pihak Pelni terlambat meminta proses verifikasi ke pihak universitas.

“Pelni memang terlambat melaporkan. Itu ijazah palsu sudah sejak 25 tahun lalu. Padahal, setiap rumah sakit yang memakai tenaga kerja dari universitas kita sudah melakukan verifikasi,” kata Restu.

Saat Pelni meminta proses verifikasi ijazah milik SU, ujar Restu, pihaknya langsung mencocokkan datanya di tingkat fakultas dan universitas. Ternyata, nomor ijazah yang digunakan SU adalah milik orang lain.

“Jadi, dia palsukan ijazah dengan meniru ijazah Unhas. Dia masukkan dia punya nama, tapi nomor ijazah dia terdeteksi. Karena nomor itu dia pakai nomor orang lain,” kata Restu.

Restu menegaskan, kasus pemalsuan ijazah Unhas baru pertama kali terjadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close