Sepuluh Warga Minahasa Diduga Jadi Korban Pedagangan Manusia


MINAHASA TENGGARA, SERUJI.CO.ID – Sepuluh warga Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara yang ditelantarkan di Malaysia karena tergoda iming-iming menjadi tenaga kerja di negara jiran ini, diduga merupakan korban perdagangan manusia.

“Kami menduga sepuluh warga Minahasa Tenggara yang ditelantarkan di Malaysia karena dijanjikan menjadi tenaga kerja ini merupakan korban perdagangan manusia,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Minahasa Tenggara Robby Sumual, di Ratahan, Ahad (8/4).

Dia menuturkan, berdasarkan pengakuan para korban kepada keluarga mereka, setelah direkrut dari Minahasa Tenggara mereka kemudian dibawa ke Medan, untuk diperdagangkan.

“Menurut keluarga korban, setelah mereka dibawa ke Medan, para korban ini diperdagangkan oleh oknum yang merekrut mereka dengan kisaran harga Rp17 juta per orang,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkan Robby, status penyedia jasa tenaga kerja yang melakukan perekrutan bagi kesepuluh TKI tidak terdaftar di Disnaker Kabupaten Minahasa Tenggara.

“Termasuk sepuluh TKI ini tidak pernah tercatat sebagai pencari kerja. Sedangkan untuk penyedia jasa ini tidak terdata sebagai penyedia tenaga kerja secara resmi,” ujarnya pula.

Robby menambahkan, para keluarga korban telah melaporkan oknum yang melakukan perekrutan sepuluh warga tersebut ke pihak kepolisian.

Juru Bicara Pemkab Minahasa Tenggara Franky Wowor menegaskan semua instansi di lingkungan Pemkab telah diperintahkan untuk melakukan koordinasi dengan Pemprov Sulut untuk dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Setelah kami menerima laporan tersebut, semua instansi terkait diperintahkan langsung melakukan penanganan secara cepat,” katanya pula.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi saat ini dari sepuluh warga tersebut, empat warga telah berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia, sedangkan enam warga lainnya belum diketahui keberadaannya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close