Seorang Napi di Bandarlampung Tewas Gantung Diri

BANDARLAMPUNG, SERUJI.CO.ID – Seorang narapidana penghuni sel Blok D1 Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1A Rajabasa Bandarlampung ditemukan tewas tergantung di kamar mandi sekitar pukul 15.40 WIB, Kamis (3/5).

Kepala Lapas Rajabasa Sujonggo ketika dikonfirmasi, Kamis membenarkan peristiwa dugaan bunuh diri seorang warga binaan di lapas yang dipimpinnya.

“Ya benar, napi tersebut menghuni sel Blok D1. Dia ditemukan tewas tergantung sore ini saat akan digelar kegiatan sore atau apel sore. Saat ini sedang kami tindaklanjuti. Tim Inafis kepolisian juga sudah di lokasi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun disebutkan, napi tersebut ditemukan tergantung menggunakan tali yang dililitkan di lehernya. Tali tersebut diikatkan pada jerusi besi jendela kamar mandi.

Napi yang tewas gantung diri didentifikasi bernama Kristian Budiantoro (27) warga 05 Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, yang divonis selama 20 tahun penjara dalam kasus pencurian dengan kekerasan.

Kristian merupakan pelaku yang melakukan pembegalan dan mengakibatkan Ustad Sopian Sauri di Waylaga Panjang hingga meninggal dunia.

Sementara itu, Kapolsek Kedaton Kompol Anung mengatakan, sebelum gantung diri korban sempat meminta rokok kepada rekan sesama napi pada pukul 13.00 WIB.

“Saat ini jasad korban sudah dibawa ke RS Abdoel Moeloek untuk divisum,” ujarnya.

Ia belum dapat menjelaskan terkait jumlah saksi maupun seperti apa jenis ruangan yang didiami korban.

“Kita masih kumpulkan keterangan dari anggota kita. Jumlah saksi belum dapat saya pastikan juga jenis ruangannya seperti apa. Katanya sel yang didiami korban sel terasing,” katanya.

Paman korban Herman (35), warga Perum Polda Kemiling, yang pernah membesuk menjelaskan, pada Jumat (27/4), Kristian pernah memberikan permintaan kepada keluarga untuk pindah kamar.

“Jadi pas kami besuk, katanya dia minta pindah kamar,” ujarnya saat ditemui di depan Lapas Rajabasa.

Kristian, kata Herman, pernah menyatakan tidak kuat lantaran ia berada di sel tikus selama menjalani masa tahanan. (Ant/SU02)

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Ahok Menohok

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER