Selundupkan Sabu, 4 TKI Ditangkap Polres Nunukan

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID – Aparat Kepolisian Resor Nunukan, Kalimantan Utara menangkap empat tenaga kerja Indonesia, atau TKI yang bekerja di Negeri Sabah, Malaysia karena menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 4,75 kilogram.

Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, di Nunukan, Senin (19/2), menyatakan barang bukti sabu-sabu tersebut diamankan di sebuah rumah warga di Sei Nyamuk Pulau Sebatik pada Rabu (14/2) sekira pukul 03.45 WITA.

Kasus itu, baru diekspose karena kepolisian Satresnarkoba Polres Nunukan melakukan pengembangan terlebih dahulu untuk menyelidiki pemilik sabu-sabu itu.

Awalnya, aparat kepolisian setempat hanya mengamankan dua TKI bernama Firman alias Johan bin Alan (21) dan Husen alias Saiful bin Lahi (43) yang membawa sabu-sabu itu menyeberang dari Tawau ke Pulau Sebatik menggunakan speedboat yang disimpan pada sebuah rumah warga.

“Firman dan Husen ini hanya disuruh oleh Adnan untuk mengambil sabu-sabu di Batu 10 Tawau untuk dibawa ke Sei Nyamuk Pulau Sebatik,” ujar dia lagi.

Setelah dilakukan pengembangan, dua TKI lainnya berhasil diamankan lagi yakni Rizal dan Adnan pada lokasi yang berbeda. “Rizal dan Adnan ini diamankan di Makassar hasil pengembangan dari dua pelaku sebelumnya yakni Firman dan Husen,” kata dia.

Menurut dia, Adnan ini bertindak selaku pengambil sabu-sabu di Tawau untuk dibawa ke Makassar yang dikemas dalam bungkusan biskuit merek nursie dan epal jack yang disimpan dalam kaleng biskuit dibungkus lagi dengan karung.

Sebelumnya, jaringan ini telah pernah berhasil menyelundupkan sabu-sabu ke Makassar melalui Bandara Juwata Tarakan. Adapun pemesan narkoba ini adalah warga Makassar berinisial Sam, namun tidak berhasil diamankan pada saat pengembangan.

Pengakuan dari keempat TKI yang dijadikan kurir tersebut kepada penyidik Satresnarkoba Polres Nunukan diupah sebesar Rp200 juta oleh bandar bernama Sam itu.

Jadi, bandar narkoba Sam yang berdomisili di Kota Makassar telah ditetapkan menjadi daftar pencarian orang oleh Polres Nunukan. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Lima Macam Riba Yang Diharamkam