Satgas Pamtas Gagalkan Penyelundupan 4,2 Kilogram Sabu-Sabu

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dari Batalyon Infanteri (Yonif) 642/Kapuas, menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 4,2 kilogram asal Malaysia.

“Penggagalan penyelundupan sabu-sabu tersebut, Sabtu (7/4), pukul 19.30 WIB, saat dilakukan pengecekan di Pos Malindo yang berada di Desa Pemodis, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau,” kata Kapendam XII/Tanjungpura, Kolonel (Inf) Tri Rana Subekti, di Kubu Raya, Ahad (8/4) malam.

Pengungkapan penyelundupan sabu-sabu itu, berawal saat anggota Yonif 642/Kapuas yang ada di Pos Balai Karangan pimpinan Letda Ckm Danang melakukan pemeriksaan rutin, sekitar 200 meter dari Pos Malindo, Desa Pemodis, Kecamatan Beduai, yang berhasil mencurigai seorang pengendara roda dua, karena berusaha menghindar dari pemeriksaan tersebut.

“Pengemudi tersebut berinisial Da (39) warga Dusun Danau, Desa Kuala, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, yang dilakukan penggeledahan dan ternyata benar membawa narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 4,2 kilogram yang di masukan dalam dua bungkus Milo, sehingga tersangka Da langsung dilakukan penahanan,” katanya.

Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pengamatan Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Letkol (Inf) Faizal Amri, di mana sesaat mengetahui adanya usah penyeludupan barang haram tersebut, langsung menginformasikan kepada anggota yang berjaga di Pos Balai Karangan.

“Saat ini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dan barang bukti sabu seberat 4,2 kilogram sudah kami serahkan ke BNNP Kalimantan Barat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa selama ini anggota Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas yang bertugas di Pos Balai Karangan bukan pertama kali menggagalkan peredaran sabu-sabu yang masuk dari Malaysia tersebut.

“Dalam dua tahun ini, tercatat sudah 14,6 kilogram sabu-sabu asal Malaysia yang berhasil diamankan oleh Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas. Dari data ini termasuk hingga bulan Agustus 2017 juga telah berhasil mengamankan sebanyak 10,4 kilogram sabu-sabu,” katanya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER