Relawan Jokowi Dianiaya, Polisi Langsung Gerak Cepat Tangkap Pelaku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kasus penganiayaan relawan Jokowi bernama Ninoy Karundeng yang beredar luas di media sosial, mendapat tanggapan cepat pihak kepolisian.

Pasca Ninoy dibebaskan pada Selasa (1/10) yang langsung melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polda Metro Jaya, pihak kepolisian langsung menerjunkan tim untuk menyelidikan dan memburu penganiaya.

Hanya berselang satu hari, Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua orang terduga pelaku penculik dan penganiaya Ninoy.

Diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kedua pelaku yang RS dan S, merupakan anggota salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ada di Jakarta.

“Anggota salah satu ormas,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/10).

Namun, Argo enggan menyebutkan nama ormas dari kedua pelaku tersebut.

Kedua pelaku yang ditangkap pada Rabu (2/10) malam, saat ini sedang diperiksa penyidik Polda Metro. Sementara pelaku lain saat ini sedang diburu oleh kepolisian.

Peristiwa penculikan dan penganiayaan Ninoy Karundeng ini bermula saat ia sedang meliput dan mendokumentasikan kegiatan unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada Senin (30/9). Saat itu sekelompok orang merampas telepon seluler Ninoy dan membawa paksa ke sebuah tempat di sekitar lokasi.

Selama disekap, Ninoy mengalami penganiayaan yang videonya sempat beredar luas di media sosial. Usai mengalami penganiayaan, para pelaku memulangkan Ninoy pada Selasa (1/10) dan selanjutnya korban melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polda Metro Jaya.

Ninoy diketahui adalah penggiat media sosial dan relawan Jokowi saat pemilihan umum 2019. Diduga oa dianiaya pelaku karena tulisannya yang kerap menghina tokoh yang didukung para penganiaya itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.
close