close

Rektor UMRI Minta Mahasiswinya Cabut Laporan Polisi

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), DR Mubarak, meminta mahasiswinya, Komala Sari, mencabut laporannya di Polda Riau, dan menyelesaikan perkara dugaan penganiayaan itu secara kekeluargaan.

“Sebagai seorang pengajar, saya sangat tidak berharap dihadapkan dengan kasus hukum, terutama dengan anak didik saya. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, saya akan berupaya mengambil langkah kekeluargaan,” kata DR Mubarak di Pekanbaru, Selasa (11/12), seperti dilansir dari Antara.

Namun, jika memang upaya itu tidak membuahkan hasil, ia mengatakan juga akan mengambil langkah hukum yang sama untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah seperti yang dituduhkan Komala Sari.

“Berat saya menjawab karena ia mahasiswi saya. Sekarang saja saya sudah malu dituduh lempar disertasi dan melakukan kekerasan fisik ke mahasiswi saya. Namun, jika tuduhan itu tidak dicabut maka saya pertimbangkan untuk melakukan langkah hukum,” ujarnya.


Baca juga: Rektor Dipolisikan Karena Lempar Mahasiswi dengan Disertasi dan Maki “Binatang”

“Seperti dalam Islam kalau kita tidak membela diri itu dzalim namanya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan saat ini dirinya menghormati proses hukum yang berlaku, sementara terus berupaya melakukan langkah persuasif dengan Komala agar laporannya bisa dicabut.

Sebelumnya, Mubarak dilaporkan mahasiswinya, Komala Sari ke Polda Riau. Dalam laporannya, Komala menyebut Mubarak melakukan penganiayaan dengan cara melempar disertasi setebal 250 halaman ke dirinya.

Laporan itu kini tengah ditangani Direktorat Kriminal Umum Polda Riau. Senin (10/12), Komala sendiri telah menjalani pemeriksaan ke dua setelah laporan tersebut masuk pada 3 Oktober 2018 lalu.

Dalam klarifikasinya Mubarak menegaskan dirinya tidak pernah melakukan penganiayaan, seperti yang dituduhkan Komala. Namun demikian, ia tidak membantah telah melempar disertasi mahasiswinya tersebut.

“Saya akui benar telah melempar disertasinya. Tapi tidak ada mengenai tubuhnya seperti yang disampaikannya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa insiden itu berawal ketika dirinya ditemui Komala (35) di ruangan kerjanya di Kampus II UMRI, Kota Pekanbaru, awal Oktober 2018 lalu. Mubarak juga mengklarifikasi bahwa Komala bukanlah mahasiswa UMRI, seperti yang diberitakan sebelumnya. Melainkan mahasiswa Program Pascasarjana di perguruan tinggi negeri Universitas Riau (UR).

Baca juga: Mahasiswa Segel Kantor Rektor Universitas Muhammadiyah Riau

Mubarak selain aktif sebagai rektor UMRI, juga menjadi dosen tetap di pascasarjana UNRI. Dalam perkara ini, ia mengatakan bahwa dirinya menjadi salah satu dosen sekaligus dosen penguji disertasi Komala Sari.

“Jadi secara institusi, UMRI tidak terlibat dalam perkara ini. Karena ini antara saya dan mahasiswi saya,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Mubarak, alasan pelemparan disertasi itu merupakan puncak dari sikap Komala yang ia sebut tidak beretika. Sebelum pelemparan itu terjadi, Komala dinilai kerap melontarkan kalimat tidak pantas sebagai mahasiswa ke dirinya. Kalimat-kalimat itu ia lemparkan ke grup Whatsapp, jauh hari sebelum pertemuan itu berlangsung.

“Komala juga menyebarkan pernyataan yang tidak tepat, baik ke media maupun dalam laporannya ke Polda Riau,” ujarnya.

Atas dasar itu, Mubarak mempertimbangkan untuk mengambil jalur hukum apabila Komala tidak mencabut laporannya tersebut. (Ant/SU05)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

KPU Tetapkan Jokowi-KH Ma’ruf Pemenang Pilpres 2019, Selisih Lebih 16,9 Juta Suara dari Prabowo

“Pasangan nomor urut satu Joko Widodo dan Ma’ruf Amin 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional. Pasangan nomor urut dua, 68.650.239 atau 44,50 persen dari total suara sah nasional,” ujar Komisioner KPU, Evi Novita Ginting

KPU Sahkan Rekapitulasi Nasional, Jokowi Pemenang Pilpres 2019 Raih 55,50 Persen Suara

Dengan selesainya rekapitulasi tersebut, KPU langsung menetapkan hasil rekapitulasi dengan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin memenangkan Pilpres 2019.

Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Hasil Rekapitulasi KPU Maluku: Jokowi Menang Telak 60,40 Persen, Prabowo 39,60 Persen

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin menang dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga di Provinsi Maluku dengan selisih suara sebanyak 206.517 suara.

Bantah Laporan ke Bawaslu Hanya Berdasar Berita Online, Begini Penjelasan BPN

Badang Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga membantah informasi yang beredar bahwa pihaknya melaporkan pelanggaran pemilu 2019 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hanya berdasarkan berita-berita online.

Moeldoko: Ada Kelompok Akan Ciptakan Kerusuhan dengan Ciptakan Martir pada Aksi 22 Mei

"Kelompok teroris, kelompok yang ingin membuat trigger, menjadikan martir ya, sehingga menjadi titik awal melakukan anarkis," kata Moeldoko

KPU Tetapkan Jokowi-KH Ma’ruf Pemenang Pilpres 2019, Selisih Lebih 16,9 Juta Suara dari Prabowo

“Pasangan nomor urut satu Joko Widodo dan Ma’ruf Amin 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional. Pasangan nomor urut dua, 68.650.239 atau 44,50 persen dari total suara sah nasional,” ujar Komisioner KPU, Evi Novita Ginting

KPU Sahkan Rekapitulasi Nasional, Jokowi Pemenang Pilpres 2019 Raih 55,50 Persen Suara

Dengan selesainya rekapitulasi tersebut, KPU langsung menetapkan hasil rekapitulasi dengan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin memenangkan Pilpres 2019.

Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Hasil Rekapitulasi KPU Maluku: Jokowi Menang Telak 60,40 Persen, Prabowo 39,60 Persen

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin menang dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga di Provinsi Maluku dengan selisih suara sebanyak 206.517 suara.

TERPOPULER

Rekapitulasi 33 Provinsi Selesai: Menang di 20 Provinsi, Jokowi Unggul 55,37 Persen

Jokowi-KH Ma'ruf berhasil meraih dukungan rakyat di 33 provinsi sebanyak 84.437.371 suara, atau 55,37 persen dari total suara sah yang berjumlah 152.506.924 suara.

Bantah Laporan ke Bawaslu Hanya Berdasar Berita Online, Begini Penjelasan BPN

Badang Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga membantah informasi yang beredar bahwa pihaknya melaporkan pelanggaran pemilu 2019 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hanya berdasarkan berita-berita online.

Soal Hasil Pemilu, Jubir PKS Muda: Jika Ada Dugaan Kecurangan, Tempuh Jalur Sesuai Koridor

Menurut Andriyana, jika terdapat bukti yang cukup kuat terkait adanya dugaan kecurangan pemilu, maka pembuktiannya dapat menempuh jalur yang sudah ditentukan.

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama