Razia Pekat Agam Sita Puluhan Liter Tuak

0
26

LUBUKBASUNG, SERUJI.CO.ID – Tim Satuan Koordinasi Penegak Produk Hukum Daerah (SKP2D) Kabupaten Agam, Sumatera Barat berhasil menyita puluhan liter minuman keras jenis tuak saat razia penyakit masyarakat (pekat) menjelang Ramadhan 1439 Hijriah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Agam, Dandi Pribadi di Lubukbasung, Rabu (16/5), mengatakan 25 liter tuak disita dari warung milik Rita Susanti (42) dengan alamat Padang Caku, Nagari Bawan, Kecamatan Ampeknagari.

“Kita juga mengamankan galon air, gelas, jiriken dan lainnya dari warung itu. Saat tim sampai di lokasi warung, tim juga menemukan sekelompok pemuda, termasuk anak di bawah umur yang sedang menikmati minuman keras tersebut,” katanya didampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Damkar setempat, Ali Akbar.

Ia menambahkan tim dengan jumlah 38 orang yang berasal dari Satpol PP Damkar, Denpom 1/4-3, Polres Agam dan Kodim 0304 Agam juga mengamankan satu unit meja trombol di Bawah Simpang Tigo, Kecamatan Lubukbasung.

Sementara empat titik target operasi bocor, sehingga tim tidak menemukan mesin judi jackpot yang pada sore sebelumnya masih ada. Diperkirakan operasi ini bocor, namun pihaknya tetap mengadakan razia setiap saat selama Ramadhan.

“Operasi ini dalam rangka meminimalkan penyakit masyarakat di daerah itu selama Ramadhan, sehingga masyarakat khusuk menjalankan ibadah puasa,” tambahnya.

Saat ini, tuak dan meja trombol telah diamankan ke Mako Satpol PP Damkar setempat untuk proses selanjutnya.

Dalam waktu dekat, pemilik warung akan dipanggil untuk diperiksa. Setelah itu, berkas akan diserahkan ke Pengadilan Negeri Lubukbasung untuk sidang tindak pidana ringan (Tipiring).

“PPNS akan memeriksa pemilik warung dalam waktu dekat dan apabila selesai, maka berkas akan dikirim ke PN Lubukbasung,” katanya.

Selama 2018, tambahnya, pihaknya telah mengajukan empat kasus tipiring ke PN Lubukbasung. Dari empat kasus itu, satu kasus sedang dalam proses dan tiga kasus telah divonis akibat melanggar pasal 4 huruf c dan huruf d Jo pasal 13 dan pasal 14 Perda Kabupaten Agam Nomor 6 tahun 2009 tentang Penanggulangan Minuman Keras.

“Dua tersangka membayar denda sebesar Rp2 juta dan satu tersangka membayar denda Rp3 juta. Uang tersebut masuk ke kas negara,” katanya. (Ant/SU01)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Telur ayam naik

Heboh Soal Telur Naik: Mendag Tuding Piala Dunia, Mentan Sebut Karena Musim Haji

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga telur yang naik tinggi belakangan ini, sampai menyentuh Rp30 ribu perkilogram jadi perbincangan di tengah masyarakat. Bukan hanya karena tingginya...
Caleg

Terkait Menteri Nyaleg, Gerindra: Sebaiknya Mundur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria menyarankan menteri-menteri yang menjadi calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019 mundur dari jabatannya...

Terkait Pencalegan Kapitra lewat PDIP, Habib Rizieq: Jangan Lagi Ada di Kapal Kami

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Habib Rizieq Shihab telah mengeluarkan seruan yang tegas agar umat Islam tidak berhubungan dan mendukung partai-partai penista agama pada pemilu 2019....

Tiga Menteri PKB Nyaleg, Kata Cak Imin Tak Akan Ganggu Pemerintahan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yakin bahwa tiga menteri dari PKB yang mencalonkan...
Telur ayam naik

Di Banjar, Harga Daging dan Telor Ayam Melonjak Tinggi

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Harga telur ayam dan daging ayam di pasar Banjar, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga. Berdasarkan pantauan di pasar Banjar Jumat...