Polsek Denpasar Barat Sita 114 Botol Arak

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Sektor Denpasar Barat, Provinsi Bali, menangkap dua orang penjual minuman beralkohol dan menyita 114 botol minuman arak siap edar berkat informasi dari masyarakat.

“Penyitaan minuman beralkohol ini didapat di dua dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Cokroaminoto Gang Teratai Nomor 13 Ubung sebanyak 24 botol arak yang dijual I Made Budiarta (47) dan 90 botol arak didapat dari Junaidi yang berjualan di indekosnya, Jalan Cargo Indah Denpasar,” kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Gede Sumena di Denpasar, Jumat (13/4).

Upaya penertiban minuman keras itu, kata dia, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan menjelang pilkada serentak pada tahun 2018 sekaligus mencegah maraknya kasus keracunan minuman keras oplosan yang mengakibatkan banyak korban meninggal dunia seperti yang terjadi di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ia yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aan Saputra mengatakan bahwa pihaknya menangkap penjual minuman keras itu, Kamis (12-4-2018) pukul 23.30 Wita, setelah menerima informasi bahwa ada penjualan minuman beralkohol di dua tempat.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Polsek Denpasar Barat langsung mengarah ke rumah penjual minuman beralkohol yang ada di dua TKP itu.

Setelah di TKP, tim langsung menggeledah dan mendapatkan di TKP pertama sebanyak 24 botol minuman arak, TKP dua sebanyak tiga dus arak yang totalnya berisi 90 botol arak.

“Setelah itu, kedua penjual minuman arak ini kami mintai keterangannya di Markas Polsek Denpasar Barat,” ujarnya.

Upaya penertiban minuman beralkohol ini dilakukan kepolisian, bercermin pada kejadian keracunan akibat menenggak minuman keras yang sempat menjalani perwatan di dua rumah sakit, Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada tanggal 6 April 2018 menerima 103 pasien intoksikasi alkohol atau meminum minuman keras oplosan.

Kepolisian Daerah Jawa Barat merilis korban tewas setelah menenggak minuman keras oplosan mencapai 45 orang dalam beberapa hari terakhir.

Puluhan korban tewas itu tersebar di tiga wilayah berbeda, yakni Cicalengka, Kota Bandung, dan Sukabumi. Namun, kejadian di Cicalengka mendominasi angka kematian akibat meminum minuman haram tersebut. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER