Polrestabes Surabaya Ungkap Peredaran Narkoba di Lapas

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap pengedar narkoba jenis sabu-sabu dari jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di wilayah Jawa Timur.

“Kami tetapkan dua orang tersangka, masing-masing berinisial DN, usia 39 tahun, warga Jalan Jedong Surabaya dan AR, 30 tahun, warga Jalan Keputran Panjunan Surabaya,” ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya Roni Faisal Saiful kepada wartawan di Surabaya, Selasa (24/4).

Dia mengemukakan selain mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu, kedua tersangka ini juga mengedarkan pil ekstasi dan pil koplo “Double L”.

Semula polisi menangkap DN di Jalan Kapas Krampung Surabaya. Saat itu polisi mengamankan barang bukti satu paket sabu-sabu seberat 7,10 gram dan 20 butir pil ekstasi.

“Pengembangan penyelidikan di tempat tinggalnya, Jalan Jedong Surabaya, kami mendapati 25 paket sabu-sabu seberat 112,43 gram, tiga butir pil ekstasi, 3.000 butir pil karnopen dan 3.000 butir pil Double L,” katanya.

Baca juga: Kepala BNN: Bandar Besar Narkoba Ada di Lapas

Sedangkan dari tersangka AR, polisi mengamankan barang bukti berupa 20 butir pil ekstasi, selain juga uang tunai Rp2.011.000 dan buku tabungan BCA yang diduga berisi uang hasil transaksi narkoba, serta dua buah timbangan untuk menakar narkoba sabu-sabu.

“Dari semua barang bukti yang kami dapatkan ini, estimasi nominal rupiahnya sekitar Rp150 juta,” ucapnya.

Baca juga: BNN Tangkap Sindikat Jaringan Narkoba Aceh-Malaysia

Polisi masih merahasiakan kedua tersangka ini mengedarkan narkoba dari jaringan Lembaga Pemasyarakatan mana saja di wilayah Jawa Timur, dengan alasan untuk kepentingan pengembangan penyelidikan.

“Ini masih kami kembangkan penyelidikannya. Yang jelas kedua tersangka terlibat peredaran narkoba dari jaringan Lembaga Pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur,” ujar Faisal. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER