Polrestabes Surabaya Tembak Mati Anggota Komplotan Maling

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Petugas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menembak mati seorang anggota komplotan maling yang telah beraksi membobol sejumlah rumah di Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Rudi Setiawan kepada wartawan di Surabaya, Jumat (6/4) dini hari, menyebut pelaku yang ditembak mati bernama Mulyadi, asal Malang, Jawa Timur.

“Terpaksa kami beri tindakan tegas karena pelaku mencoba melawan dengan mengacungkan senjata tajam kepada petugas saat hendak ditangkap di kawasan Osowilangon Surabaya tadi malam,” katanya.

Kombes Pol Rudi, menjelang dini hari tadi, didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sudamiran, menyempatkan melihat langsung jasad pelaku di Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya.

Menurut catatan di Polrestabes Surabaya, pelaku Mulyadi telah membobol sedikitnya delapan rumah di wilayah Kota Surabaya.

“Dia tidak pernah beraksi sendirian. Empat orang pelaku lainnya sudah kami ringkus,” ucapnya.

Rudi meyakini komplotan pelaku ini tidak hanya beraksi membobol rumah di wilayah Kota Surabaya, melainkan juga berpindah-pindah tempat, dengan beraksi di kota-kota lainnya.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan ini menandaskan, selama beraksi di Surabaya, komplotan ini selalu melihat peluang pada hari-hari libur.

“Di Surabaya, mereka selalu mengincar rumah-rumah kosong, yang ditinggal penghuninya berlibur. Biasanya beraksi di pagi hari, semisal hari Ahad, antara pukul 09:00 hingga 10:00 WIB,” katanya menjelaskan.

Polisi masih mengembangkan penyelidikan perkara ini.

“Empat pelaku yang masih hidup sedang diinterogasi oleh penyidik kami. Hasil penyelidikan nanti pasti kami ungkap melalui jumpa pers,” ucapnya. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.