Polrestabes Surabaya Selidiki Kejiwaan Pria Pembawa Molotov

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyelidiki kejiwaan pria berinisial GS, yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena berupaya memasuki Gedung Negara Grahadi Surabaya sambil membawa bom berdaya ledak rendah jenis molotov.

“Kami telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, beberapa di antaranya dari pihak keluarga tersangka,” ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (6/1).

Sementara tersangka GS, usia 47 tahun, warga Kampung Gunungsari Surabaya, hingga malam ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya setelah dilakukan upaya paksa penangkapan karena melawan aparat saat ditegur ketika berupaya memasuki halaman Gedung Negara Grahadi dengan cara memanjat pagar.

Rudi menggambarkan kondisi tersangka saat disidik terlihat normal pada awalnya namun agak lama kemudian omongannya tidak nyambung dengan konteks yang ditanya penyidik.

Keterangan dari sejumlah saksi yang dihimpun polisi, khususnya dari pihak keluarga, diperoleh rekam medis tersangka dari Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr Ramelan Surabaya yang menyatakan kondisi kejiwaannya terganggu.

Rekam medis dari RSAL Surabaya tersebut dinyatakan pada tahun 2009.

“Tentu kami tidak akan percaya begitu saja,” ujarnya. Terlebih selama ini tersangka dinyatakan tidak pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa.

“Karenanya kami masih menyelidiki kejiwaan tersangka,” ucap Rudi.

Keterangan yang didapat polisi dari saksi lainnya menginformasikan tersangka GS, yang diketahui pernah bekerja sebagai petugas keamanan “CCTV”, sejak beberapa hari terakhir kerap terlihat berjalan kemana-mana sambil membawa bom molotov.

“Termasuk sering terlihat memasuki beberapa masjid di sekitar kampung asalnya sambil membawa molotov. Ketika ditanya oleh sejumlah saksi, dia bilang mendapat bisikan dari ‘Tuhan’ untuk meledakkannya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Di Hari Kebangkitan Nasional Website Berisi Karya Denny JA Diluncurkan

Denny JA meluncurkan website 300 karyanya di website DENNY JA’s WORLD. Peluncuran webside ini bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional.

Pembunuhan Jurnalis: Selebriti Dunia Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintah Israel

Lebih dari 100 selebriti dan artis mancanegara menuntut pertanggungjawaban pemerintah Israel terhadap pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh.

Bela UAS, Netizen Indonesia Banjiri Akun Medsos Pejabat Singapura

SERUJI.CO.ID - Akun media sosial Presiden Singapura Halimah Yacob...

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Sudah 2 Minggu Jari Kaki Terasa Kebas, Apa Sebabnya?

Mengapa jari kaki saya berasa kebas/baal sdh 2 minggu dan ga hilang kebasnya .. sy sdh minum obat neutotopik dan kaki saya jg spt ketarik dr mulai pinghul hingga ke tungkai

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Segarkan Wajah dengan A I U E O