Polrestabes Surabaya Membantarkan Ayah Pembunuh Bayi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID –¬†Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya membantarkan seorang ayah berinisial Pa yang menganiaya bayi berusia 16 bulan yang merupakan anak kandungnya sendiri hingga tewas.

Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan di Surabaya, Rabu (10/1), mengungkap hasil tes kejiwaan dari Tim Dokter Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya terhadap pria berusia usia 30 tahun, warga Jalan Ploso Timur VI A, Tambaksari, Surabaya, itu mengidap psikotik akut.

“Untuk itu kami membantarkan untuk menjalani pengobatan,” ujarnya.

Rudi membeberkan hasil visum dan autopsi yang menyebut sekujur tubuh Gio Rosid Mawardi, nama bayi nahas itu, penuh dengan luka akibat penganiayaan.

“Pada beberapa bagian tubuhnya ditemukan bekas sundutan rokok,” katanya.

Kepada penyidik polisi, Pa mengaku tega melakukan itu karena mendengar suara bisikan.

Rudi menandaskan, selama proses penyelidikan, jawaban Pa kerap tidak nyambung setiap kali ditanya penyidik.

Selain itu juga tidak ada rasa penyesalan telah menganiaya bayinya hingga tewas.

Pa diketahui membunuh bayinya pada Selasa (9/1) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu istrinya, Sri Mulyani, usia 28 tahun, masih bekerja. Kebetulan saudara, atau kakak kandung Sri Mulyani, pada malam itu ingin mengunjungi sang bayi dan mendapati sedang tergelatak di lantai rumahnya dengan kondisi babak belur penuh luka lebam di sekujur tubuhnya.

Saat kakak kandung Sri Mulyani ingin mendekati bayi yang terlihat sudah tak berdaya itu, malah diusir oleh Pa, yang kemudian melapor kepada para tetangga dan diteruskan ke kepolisian setempat.

“Saat ini pelaku telah kami bantarkan dan sedang menjalani perawatan terkait kejiwaannya di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya,” ujar Rudi. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER