Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Pencuri Motor

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya membongkar sindikat pencurian sepeda motor, setelah mengembangkan penyelidikan dari penangkapan seorang pelaku berinisial AS.

Pemuda berusia 35 tahun asal Jalan Tengger, Kandangan, Surabaya, itu ditangkap di Jalan Kedung Cowek, Surabaya, pada 18 Desember saat mengendarai sepeda motor hasil curian yang pelat nomornya sudah diganti.

“Pengembangan penyelidikan dari tertangkapnya AS, kami berhasil mengamankan empat pelaku lainnya,” ujar Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi I Dewa Gede Juliana dalam jumpa pers di Surabaya, Rabu (27/12).

Masing-masing berinisial AF (41), MC (39), WG (30), dan GP (23), semuanya warga Jalan Candi Lontar Surabaya, menurut Gede, adalah sindikat pencurian sepeda motor dari jaringan pelaku AS yang ditangkap terlebih dahulu.

“Masing-masing punya peran yang berbeda-beda,” katanya.

Dia mencontohkan, pelaku AS merupakan eksekutor pencurian sepeda motor dengan cara merusak kunci kontak menggunakan kunci T.

Sedangkan pelaku AF dan MC berperan mengawasi agar pencurian yang dilakukan AS berjalan lancar tanpa diketahui masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER