Polrestabes Surabaya Berhasil Ungkap Kasus Gendam Rp4 Miliar

0
74
Ilustrasi.

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya berhasil mengungkap kasus pencurian dengan cara gendam atau hipnotis yang sekali beraksi bisa membawa lari barang-barang berharga dari rumah korbannya senilai Rp4 miliar.

“Dari hasil penyelidikan, akhirnya kami bekuk tersangka berinisial SA di rumahnya, Jalan Peuteuy Condong, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat,” ujar Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Polisi Rudi Setiawan dalam jumpa pers di Surabaya, Selasa (5/12).

Dia mengatakan, pemuda berusia 29 tahun itu salah satunya beraksi di Perumahan Galaxy Bumi Permai Surabaya sekitar sepekan yang lalu.

“Tersangka memang selalu beroperasi dengan berpindah-pindah kota. Di Surabaya, dia menyewa rumah, lalu menyewa mobil untuk sarana operasionalnya. Sasarannya adalah rumah-rumah mewah,” katanya.

Saat beraksi di Perumahan Galaxy Bumi Permai, SA menyasar dua orang pembantu yang terlihat baru pulang dari pasar. Awalnya pura-pura tanya alamat. Lalu kedua pembantu ini diajak masuk ke dalam mobil yang telah disewa tersangka.

“Setelah tanya alamat, SA mengaku bisa menyembuhkan penyakit dan menyelesaikan berbagai masalah. Mungkin dua pembantu ini kebetulan sedang punya masalah, sehingga mau saja ketika diajak masuk ke dalam mobil,” ucap Rudi.

Di dalam mobil itulah kedua pembantu tersebut dihipnotis. Lalu dua pembantu ini diminta masuk ke rumah majikannya untuk menguras barang-barang berharga dengan merusak lemari yang terkunci.

“Jadi tersangka SA sama sekali tidak masuk ke rumah korbannya, yang mengambil barang-barang berharga adalah dua orang pembantu yang telah dihipnotisnya. Lalu barang-barang berharga yang didapat oleh kedua pembantu ini diantar ke tersangka yang menunggu di dekat pos satpam,” ujarnya.

Pencurian di satu tempat kejadian perkara Perumahan Galaxy Bumi Permai itu merugikan korban pemilik rumah senilai Rp4 miliar.

Polisi mengungkap tersangka SA telah menjalankan pencurian dengan modus serupa sejak tahun 2009. Setiap beraksi selalu ditemani oleh seorang lainnya yang selalu berbeda-beda, yang berperan sebagai sopirnya.

“Kalau menurut pengakuannya, di Surabaya baru beraksi sebanyak dua kali, tapi masih akan kami kembangkan lagi. Termasuk kami masih memburu orang-orang yang bekerja bersamanya,” ucap Rudi. (Ant/SU01)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Carragher: Harusnya Rashford Gantikan Sterling di Laga Lawan Panama

LONDON, SERUJI.CO.ID -  Mantan bek Inggris Jamie Carragher meyakini Marcus Rashford semestinya menggantikan sesama penyerang Raheem Sterling untuk pertandingan Piala Dunia melawan Panama, sambil menjelaskan...
Orang tenggelam

Dua Wisatawan Terseret Gelombang di Pantai Teluk Penyu

CILACAP, SERUJI.CO.ID -  Sebanyak dua wisatawan terseret gelombang di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, salah seorang di antaranya selamat, kata Koordinator Basarnas Pos SAR...
Tol Ngawi-Kertosono

Cegah Kemacetan, Ruas Tol Wilangan-Kertosono Difungsikan 24 Jam

MADIUN, SERUJI.CO.ID - Jalan tol fungsional ruas Wilangan-Kertosono, Jawa Timur, difungsikan selama 24 jam untuk kelancaran arus balik Lebaran 2018 di jalur nasional Madiun-Nganjuk-Surabaya yang...
Siswa SMA/MAN

Ini yang Dilakukan Pemkot Surakarta untuk Pemerataan Pendidikan

SOLO, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surakarta menerapkan peraturan mengenai zonasi untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama pada Tahun Ajaran 2018/2019 guna mendekatkan sekolah kepada...

Puncak Arus Balik Transportasi Udara Diprediksi Hari Ini

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Perhubungan memperkirakan puncak arus balik Lebaran 2018 dengan moda transportasi udara secara nasional terjadi pada Rabu (20/6), hari ini karena...