Polrestabes Surabaya Berhasil Ungkap Kasus Gendam Rp4 Miliar


SURABAYA, SERUJI.CO.ID –┬áKepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya berhasil mengungkap kasus pencurian dengan cara gendam atau hipnotis yang sekali beraksi bisa membawa lari barang-barang berharga dari rumah korbannya senilai Rp4 miliar.

“Dari hasil penyelidikan, akhirnya kami bekuk tersangka berinisial SA di rumahnya, Jalan Peuteuy Condong, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat,” ujar Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Polisi Rudi Setiawan dalam jumpa pers di Surabaya, Selasa (5/12).

Dia mengatakan, pemuda berusia 29 tahun itu salah satunya beraksi di Perumahan Galaxy Bumi Permai Surabaya sekitar sepekan yang lalu.

“Tersangka memang selalu beroperasi dengan berpindah-pindah kota. Di Surabaya, dia menyewa rumah, lalu menyewa mobil untuk sarana operasionalnya. Sasarannya adalah rumah-rumah mewah,” katanya.

Saat beraksi di Perumahan Galaxy Bumi Permai, SA menyasar dua orang pembantu yang terlihat baru pulang dari pasar. Awalnya pura-pura tanya alamat. Lalu kedua pembantu ini diajak masuk ke dalam mobil yang telah disewa tersangka.

“Setelah tanya alamat, SA mengaku bisa menyembuhkan penyakit dan menyelesaikan berbagai masalah. Mungkin dua pembantu ini kebetulan sedang punya masalah, sehingga mau saja ketika diajak masuk ke dalam mobil,” ucap Rudi.

Di dalam mobil itulah kedua pembantu tersebut dihipnotis. Lalu dua pembantu ini diminta masuk ke rumah majikannya untuk menguras barang-barang berharga dengan merusak lemari yang terkunci.

“Jadi tersangka SA sama sekali tidak masuk ke rumah korbannya, yang mengambil barang-barang berharga adalah dua orang pembantu yang telah dihipnotisnya. Lalu barang-barang berharga yang didapat oleh kedua pembantu ini diantar ke tersangka yang menunggu di dekat pos satpam,” ujarnya.

Pencurian di satu tempat kejadian perkara Perumahan Galaxy Bumi Permai itu merugikan korban pemilik rumah senilai Rp4 miliar.

Polisi mengungkap tersangka SA telah menjalankan pencurian dengan modus serupa sejak tahun 2009. Setiap beraksi selalu ditemani oleh seorang lainnya yang selalu berbeda-beda, yang berperan sebagai sopirnya.

“Kalau menurut pengakuannya, di Surabaya baru beraksi sebanyak dua kali, tapi masih akan kami kembangkan lagi. Termasuk kami masih memburu orang-orang yang bekerja bersamanya,” ucap Rudi. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Ternyata Menteri Agama Berasal dari Ormas Islam Yang Sama dengan Ustadz Tengku Zulkarnain

Fachrul Razi tercatat sebagai anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar sejak 2018 berdasarkan Surat Keputusan nomor A.166/KPTS/PBMA/V/2018 yang ditandatangani Ketua Umum PB MA, Ahmad Sadeli Karim dan Sekjen Oke Setiadi
close