Polrestabes Surabaya Bekuk Dua Peracik Miras Mematikan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya membekuk dua peracik minuman keras mematikan, masing-masing berinisial KS dan SM, warga Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari kedua tersangka, kami amankan barang bukti 23 galon berisi alkohol dengan kadar 95 persen yang didapat dari toko kimia, selain 35 kardus berisi ratusan botol minuman keras siap edar,” ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Roni Faisal Saiful kepada wartawan di Surabaya, Selasa (24/4).

Dia mengatakan kedua tersangka meracik minuman keras dari bahan alkohol 95 persen, yang dicampur air putih sulingan dengan perbandingan 1 : 5, yang dikemas ke dalam botol bekas air mineral tanpa label, masing-masing berukuran 600 mililiter dan 1.500 mililiter.

Minuman keras dalam kemasan botol 600 mililiter kemudian dijual seharga Rp25 ribu, sedangkan kemasan 1.600 mililiter dijual seharga Rp50 ribu.

“Itu ‘alcohol food’ atau alkohol untuk bahan makanan, yang mereka beli dari toko bahan kimia. Kami sedang selidiki bagaimana bisa dijual bebas sehingga dengan mudahnya dapat digunakan oleh para tersangka untuk membuat minuman keras mematikan,” ujar Faisal.

Minuman keras mematikan jenis ini, dalam catatan Polrestabes Surabaya telah menewaskan tiga orang korban warga Kota Surabaya selama sepekan terakhir.

Sedangkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya terdata telah merawat 13 orang yang diduga akibat mengonsumsi minuman keras mematikan.

“Mereka mengalami gejala yang sama, yaitu sesak nafas, mata kabur dan kejang-kejang, yang diduga akibat mengonsumsi minuman keras dengan kadar yang berlebihan,” tutur Kepala Hubungan Masyarakat RSUD dr Soetomo dr Pesta Parulian saat dikonfirmasi wartawan di Surabaya.

Empat pasien di antaranya meninggal dunia setelah mengalami metabolik hebat pada tubuhnya yang berujung pada kegagalan nafas. “Kami duga itu akibat keracunan minuman keras yang kadarnya mematikan,” ucapnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

“Duit Ostrali”

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER