Polresta Tangerang Amankan Ratusan Botol Miras

TANGERANG, SERUJI.CO.ID – Aparat Polresta Tangerang, Banten, mengamankan ratusan botol minuman keras berbagai merek yang dijual pedagang tanpa mengantongi izin dari instansi berwenang terutama di Kecamatan Pasar Kemis.

“Dari pendataan kami bahwa terdapat sebanyak 348 botol minuman dengan kadar alkohol tinggi,” kata Kapolsek Pasar Kemis, Komisaris Polisi (Kompol) Kosasih di Tangerang, Jumat (13/4) malam.

Kosasih mengatakan operasi penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan warga bahwa keberadaan minuman keras tersebut meresahkan warga sekitar.

Minuman keras tersebut dijual pedagang jamu dan warung kelontong di kawasan Kutabumi dan ruko yang berada di sekitar perumahan.

Belakangan ini, warga setempat resah karena banyak remaja melakukan tindak kriminalitas setelah mereka meminum alkohol dengan kadar tinggi.

Bahkan ada diantara mereka yang meminum alkohol oplosan, setelah itu mengganggu pengendara yang lewat.

“Tindakan tersebut sudah meresahkan warga, maka operasi penertiban perlu dilakukan demi menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat,” katanya.

Operasi tersebut juga menindaklanjuti instruksi pimpinan Polri bahwa penjualan minuman keras kadar alkohol tinggi dan oplosan harus dihentikan karena dapat merusak mental dan moral generasi muda.

Menurut dia, operasi serupa akan gencar dilakukan tiap pekan dengan melibatkan petugas lebih banyak dan menyisir lokasi yang dicurigai.

Kosasih menambahkan rencananya pekan depan digelar penertiban minuman keras dengan mengikutsertakan aparat Trantib kecamatan, Koramil serta instansi terkait lainnya.

Dia menambahkan bila perlu diajak ormas keagamaan dan tokok pemuda setempat dalam operasi penertiban tersebut.

Pemilik minuman keras semula mengelak sebagai penjual dengan alasan hanya titipan dari pihak lain, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam akhirnya mengakui, semua minuman keras itu diamankan di Mapolsek Pasar Kemis. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.