Polresta Pekanbaru Sita Empat Kilogram Sabu

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau menyita empat kilogram sabu-sabu dari tangan seorang kurir yang diduga sebagai bagian dari jaringan sindikat narkoba internasional.

“Dari tangan tersangka J kita menyita delapan paket sabu-sabu dengan berat total empat kilogram,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto dalam keterangan pers di Pekanbaru, Senin (23/4).

Santo, demikian sapaan akrab Kapolresta mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran Satres Narkoba dalam pengintaian selama beberapa pekan terakhir dengan melibatkan Polda Riau.

Ia menuturkan tersangka JRZ alias Jhon (44) yang merupakan warga Kota Pekanbaru itu ditangkap di rumahnya di Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru.

Dalam penangkapan yang dilakukan pada Kamis (19/4), polisi menemukan seluruh barang bukti sabu-sabu yang diakui tersangka dijemput dari Kota Dumai untuk kemudian diserahkan ke penadah di Pekanbaru.

“Diduga kuat seluruh barang bukti sabu-sabu itu berasal dari luar negeri yang masuk melalui pelabuhan-pelabuhan tikus di pesisir Riau,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengatakan jajarannya masih terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk berupaya mengungkap pengirim dan penerima serbuk terlarang itu.

Tersangka Jhon mengakui telah tiga kali menjadi kurir narkoba dengan rute yang sama, Dumai-Pekanbaru. Meski tidak menyebut angka pasti setiap pengiriman, dia mengatakan ia bawa selalu membawa dalam jumlah besar.

Sementara itu, dalam kasus yang terakhir ini, pria yang keseharian bekerja sebagai montir elektronik itu mengaku diupah sebesar Rp3 juta untuk setiap satu paket atau sebesar Rp24 juta untuk seluruh paket tersebut.

Dalam dua bulan terakhir, jajaran Polda Riau terus menggagalkan upaya peredaran narkoba di wilayah itu. Jaringan yang diungkap juga sama seperti kasus diatas, yakni sindikat yang menyelundupkan narkoba melalui perairan pesisir Riau seperti Dumai atau Bengkalis untuk dibawa ke Pekanbaru.

Namun, mayoritas para tersangka yang diciduk aparat hanya sebatas kurir, dan polisi belum berhasil mengungkap aktor dibalik jaringan tersebut. Polisi menyatakan selalu kesulitan mengungkap jaringan narkoba karena mereka kerap menggunakan sistem jaringan terputus. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

TERPOPULER