Polresta Denpasar Ringkus Pengedar Tembakau Gorila

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Denpasar, Bali, berhasil meringkus seorang tersangka berinisial YOG (21) karena kedapatan mengedarkan lima paket ganja gorila seberat 126,53 gram dan empat paket tembakau gorila seberat 190 gram.

“Penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat bahwa ada seorang laki laki sering menjual dan menggunakan ganja dan tembakau gorila,” kata Kapolresta Denpasar Kombes (Pol) Hadi Purnomo di Poltesta Denpasar, Senin (21/5).

Ia mengatakan, berkat informasi ini polisi berhasil menangkap tersangka pada 10 Mei 2018, Pukul 21.00 Wita, di rumahnya di Jalan Tukad Balian, Denpasar.

Kemudian petugas melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan barang bukti berupa ganja dan tembakau gorila di dalam almari pakaian yang terbungkus kotak tupper ware.

Pada saat diintrogasi, tersangka YOG mengaku bahwa barang berupa ganja dan tembakau gorila itu milik temannya yang bernama BGS yang saat ini berada di dalam LP karena kasus narkoba.

“Perbuatan tersangka melanggar Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan tersangka terancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun,” kata Hadi.

Kepada petugas, tersangka YOG mengaku bahwa temannya yang bernama BGS pada Nopember 2017 menelpon dirinya dan mengatakan bahwa sedang di dalam LP Kerobokan karena kasus narkoba.

Selanjutnya, BGS meminta tolong kepada tersangka YOG untuk mengambil dan mengamankan sisa barang bukti yang disembunyikan BGS di rumahnya di Jalan Tukad Badung Denpasar.

Setelah barang berupa ganja dan tembakau gorila diamankan oleh tersangka YOG, selanjutnya BGS meminta tersangka YOG untuk mengirim ganja tersebut ke dalam LP kerobokan.

Tersangka YOG mengaku pada Desember 2017, sempat mengantar ganja tersebut sebanyak satu gram dengan cara disembunyikan di dalam makanan yang dibawanya untuk BGS.

Kepada petugas YOG bersedia diperintahkan BGS untuk menyimpan dan mengantar ganja tersebut ke LP kerobokan karena mendapat upah menggunakan ganja gratis dan tersangka YOG mengaku tidak mendapat upah berupa uang.

“Tersangka mengaku menggunakan ganja sejak enam bulan yang lalu tetapi tidak terus menerus dan belum pernah menjual narkoba,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi