Polres Surakarta Ringkus Pengedar Uang Palsu

SOLO, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Polres Kota Surakarta berhasil mengungkap peredaran uang palsu pecahan Rp100.000 dengan menangkap tersangka Aditya Dimas Prakoso (31) warga Kampung Dawung Wetan RT 001 RW 013, Danukusuman, Serengan Solo bersama barang buktinya.

Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo melalui Kapolsek Serengan Kompol Giyono, di Solo, Jumat (2/3), mengatakan polisi berhasil mengungkap peredaran uang palsu berawal dari laporan kasus pencurian handphone yang dilakukan oleh tersangka Aditya Dimas Prakoso, di sebuah toko kelontong Kampung Jamseren, Kelurahan Serengan Solo, Kamis (22/2), sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut Giyono, polisi kemudian menangkap tersangka di rumahnya dibawa ke Mapolsek Serengan untuk diperiksa. Namun, polisi saat melakukan penggeledahan di rumah tersangka menemukan beberapa lembar uang recehan Rp100 ribu ternyata palsu.

Polisi terus melakukan pengembangan hingga membawa tersangka ke Ceper Klaten untuk menunjukkan lokasi toko kelontong yang menjadi sasaran peredaran uang palsu itu. Polisi menemukan sebanyak tujuh lembar uang palsu pecahan Rp100.000 dijadikan barang bukti.


Giyono mengatakan tersangka mengedarkan uang palsu dengan cara membeli barang-barang harganya sekitar Rp10.000. Tersangka hanya mengharapkan dapat uang kembalinya. Sasarannya untuk peredaran uang palsu oleh tersangka, daerah pinggiran seperti Klaten, Sukoharjo, dan di Solo ada dua titik toko menjadi sasarannya.

BACA JUGA:  Polda Tetapkan Tersangka Baru Abu Tours

Giyono mengatakan dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku membeli uang palsu sebanyak Rp4 juta dari seseorang warga Bandungan, Kabupaten Semarang. Tersangka membeli uang palsu Rp2 juta dengan membayar uang asli Rp750 ribu, dan dia sudah dua kali membeli. Tersangkan sudah mengedarkan uang palsu sebanyak Rp2 juta selama satu tahun.

Tersangka mengaku saat transaksi membeli uang palsu dari orang tersebut caranya barang diambil pada dua lokasi terpisah. Uang senilai Rp2 juta dimbil di daerah Ngawi, Jatim, dan Rp2 juta lainnya diambil di pinggir Jalan Bawen, Semarang.

Uang palsu ini jika dilihat hampir sama, tetapi ketika diraba memiliki perbedaan mencolok, yakni permukaan halus, sedangkan yang asli tulisan atau gambarnya timbul.

“Tersangka Aditya ini, ternyata juga sebagai residivis pelaku pencurian sepeda motor, di SMA Negeri 7 Surakarta pada 2013,” katanya pula.

Atas perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat (3) Undang Undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara serta denda senilai Rp50 miliar. (Ant/SU03)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi