Polres Sumenep Periksa Empat Saksi Kasus Penembakan Warga Talango

SUMENEP, SERUJI.CO.ID – Tim dari Polsek Talango dan Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, memeriksa empat saksi dalam kasus penembakan terhadap Ibnu Hajar, warga Desa Cabbiya, Kecamatan Talango.

“Empat saksi tersebut, semuanya masih kerabat korban. Selain itu, anggota tim juga terus menggali informasi lain di lapangan guna mengungkap kasus penembakan tersebut,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid di Sumenep, Sabtu (21/4).

Pada Jumat (20/4) malam sekitar pukul 18.45 WIB, warga Dusun Banban, Desa Cabbiya, Kecamatan Talango, Pulau Talango, Ibnu Hajar ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak.

Korban yang mengendarai motor tersebut ditembak orang tak dikenal ketika baru saja keluar dari rumahnya, sekitar 10 meter.

Saat itu, korban pamit kepada kerabatnya akan ke rumah warga Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango.

Tim dari Polsek Talango dan Polres Sumenep melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sejak Jumat (20/4) malam hingga Sabtu (21/4) dini hari pukul 03.00 WIB.

Empat saksi yang telah dimintai keterangan oleh polisi adalah Ahmad Raziki (putra korban), Sumina (menantu korban), Isawarda (putri korban), dan Sahwatun (mertua korban).

“Sesuai hasil keterangan saksi, korban diduga ditembak dari arah utara atau posisi orang tak dikenal yang menembak korban berada di sebelah utara. Semua keterangan para saksi didalami oleh anggota,” kata Mukid.

Ia menjelaskan, tiga dari empat saksi mendengar empat kali bunyi letusan setelah korban yang mengendarai motor itu baru keluar dari rumahnya.

Setelah ada bunyi letusan tersebut, korban ditemukan meninggal dunia oleh saksi dalam posisi terjatuh di sebelah kanan motor yang roboh.

Korban yang meninggal dunia dengan luka tembak di dada sebelah kanan masih diotopsi di RSD dr Moh Anwar Sumenep di Kecamatan Kota. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER