Polres Sukabumi Menyisir Penjualan Miras Oplosan

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi menginstruksikan jajarannya untuk menyisir penjual minuman keras pascatewasnya tujuh warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akibat menenggak minuman keras oplosan.

“Kami sudah perintahkan seluruh anggota baik yang bertugas di lingkungan Polres Sukabumi maupun Polsek untuk merazia tempat-tempat yang diduga menjual minuman keras,” katanya di Sukabumi, Rabu (11/4).

Menurut dia, pascatewasnya warga akibat pesta minuman keras oplosan ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut dan sudah menangkap empat tersangka yang merupakan penjual sekaligus pengoplos minuman keras tersebut.

Selain itu, dirinya pun turun langsung merazia sejumlah tempat yang disinyalir menjual minuman keras dan berhasil menyita ratusan botol dan liter minuman haram dari berbagai merek.

Baca juga: Polisi Sukabumi Ungkap Penyebab Kematian Tujuh Korban Miras Oplosan

Langkah tegas ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kembali kasus kematian akibat menenggak minuman keras ditambah untuk mempersempit peredarannya. Apalagi Kabupaten Sukabumi sudah mempunyai peraturan daerah tentang nol persen minuman alkohol.

“Jika terbukti ada yang menjual minuman keras agar langsung ditindak tegas dan menyita barang buktinya,” katanya.

Di sisi lain, Nasriadi mengatakan masih mengembangkan kasus kematian tujuh warga akibat pesta minuman keras ini. Walaupun sudah menangkap para tersangkanya, tetapi pihaknya masih mencari bukti-bukti lainnya.

Diberitakan sebelumnya, tujuh warga yang diketahui bernama Erik (52) warga Gunung Sumping, Palabuhanratu, Damindra (32), warga Cipatuguran, Palabuhanratu, Rizal (22) warga Cibadak, Gendrik warga Cemara, Palabuhanratu, Dewo warga Gunung Butak, Palabuhanratu, Rohmana warga Babakan Anyar, Palabuhanratu dan Yopi warga Warnajaya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi