Polres Situbondo Ringkus Otak Pelaku Pencurian Libatkan Anak Dibawah Umur

SITUBONDO, SERUJI.CO.ID Satuan Reskrim Polres Situbondo, Jawa Timur akhirnya berhasil meringkus otak pelaku pencurian yang melibatkan empat orang anak di bawah umur saat membobol rumah dan toko.

“Tersangka Aden Siswanto (22) warga Desa Cemara, Kecamatan Suboh ini ditangkap anggota kami pada Selasa (15/5) malam di sekitar ‘traffick light’ Ranu Pangger, Kota Probolinggo,” kata Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Masykur kepada sejumlah wartawan di Situbondo, Rabu (16/5).

Tersangka Aden yang merupakan otak pelaku pencurian yang melibatkan empat pelaku lainnya yang masih di bawah umur, lanjut dia, setiap akan melakukan aksi pencurian membobol rumah dan toko di Kecamatan Suboh, selama ini menggunakan mobil rental dan mengajak empat orang bocah yang masih duduk di bangku setingkat SMP.

Dalam pengakuan empat orang tersangka anak-anak, katanya, jika mereka tidak beraksi mencuri, diancam oleh tersangka Aden di setrum menggunakan alat setrum kejut dan sehingga empat orang anak-anak tersebut melakukan perintah tersangka Aden.

“Dari hasil pengembangan penyidikan, empat tersangka anak-anak mengaku sudah beraksi di 12 tempat atau TKP rumah dan toko di Kecamatan Suboh. Namun dari 12 tempat kejadian perkara, laporan kepolisian dari korban yang masuk baru ada delapan TKP,” paparnya.

Kasat Reskrim Masykur menjelaskan, selain menangkap tersangka Aden, polisi juga mengamankan barang bukti dua buah HP hasil kejahatan, dan dari empat pelaku anak-anak diamankan sebuah tali ikat yang digunakan untuk memanjat rumah maupun toko.

“Khusus tersangka Aden selaku otak pelaku yang menyuruh empat pelaku anak-anak melakukan pencurian pemberatan dijerat Pasal 363 tentang Pencurian dan Pemberatan KUHP, jonto Pasal 55 ayat 1 KUHP, yang ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun,” ucapnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Situbondo mengungkap empat anggota sindikat pelaku pencurian yang dilakukan anak di bawah umur.

Pelaku berinisial MY, KW dan SF kepergok warga saat melakukan aksinya membobol salah satu toko di pasar Kecamatan Suboh, dan tidak lama kemudian seorang pelaku lainnya berinisial BR juga ditangkap.

Empat orang anak-anak yang masih berstatus pelajar setingkat SMP ini bisa dikatakan sudah sindikat karena dari pengakuan mereka telah melakukan aksi pencurian di toko dan konter HP dan rumah sebanyak 10 tempat dan berkembang jadi 12 tempat (TKP).

Daari pengakuan keempat pelaku yang masih di bawah umur ini dalam aksinya membobol rumah dan konter maupun toko di Kecamatan Suboh, menyasar atau mencuri perhiasan emas, komputer jinjing, HP dan satu bendel mata uang dolar yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Namun demikian, kendati empat pelaku tersebut saat ini hanya dimintai keterangan dan penyidik masih melakukan koordinasi dengan Bapas Jember guna dilakukan pendampingan saat penyidikan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo dan Ratu Adil

Orang-orang besar selalu hidup dengan gagasan besar. Dalam melihat kebesaran Prabowo, tentu saja kita bisa mengamati beberapa pikiran, sikap dan langkahnya beberapa waktu terakhir ini. Diantaranya adalah pertama, Anti Impor.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER