Polres Pangkalpinang Amankan Pemilik Pabrik Arak

PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, telah mengamankan Jonny alias Jon (26) dan Lie Mie Siat (57), pemilik pabrik arak di Jalan Hamzah Rosidi, Kelurahan Batu Intan, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang.

“Kedua tersangka diamankan pada Ahad (15/4) sekitar pukul 13.00 WIB karena diduga memproduksi dan menjual minuman keras jenis arak,” kata Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono Septana, Selasa (17/4).

Selain mengamankan kedua tersangka, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti 46 drum warna biru yang berisi air ragi yang siap disuling, 31 ember besar yang berisi ragi yang siap disuling, 36 ember kecil yang berisi ragi yang siap disuling.

Baca juga: Pemkot Bekasi Targetkan Bebas Miras Jelang Ramadhan

Selain itu, dua ember yang berisikan beras, dua dandang besar beserta tutupnya, tiga plastik yang berisi ragi, seperempat karung yang berisi gula pasir dan dua buah jerigen kosong.

“Saat ini kedua tersangka masih diamankan di Polres Pangkalpinang guna pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Selain melakukan razia dan memberikan tindakan hukum, dalam melakukan pencegahan pihaknya juga telah menyampaikan imbauan-imbauan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas yang ada di kelurahan-kelurahan.

“Kami berharap dengan adanya peran Bhabinkamtibmas dalam memberikan imbauan kepada masyarakat, peredaran minuman keras khususnya yang oplosan tidak terjadi di Pangkalpinang,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.