Polres Nunukan Amankan Miras Asal Malaysia

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID – Aparat Kepolisian Resor Nunukan, Kalimantan Utara mengamankan 86 botol minuman keras (miras) asal Malaysia pada sejumlah tempat pada Kamis (12/4).

Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu M Karyadi, di Nunukan, Sabtu (14/4), menyatakan, penangkapan pertama di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Nunukan Utara, Kabupaten Nunukan sekira pukul 16.30 WITA dengan barang bukti empat botol merek R&W wisky dan lima botol merek Labor 5 dengan pemilik bernama Zainuddin.

Penangkapan kedua pada hari yang sama sekira pukul 17.00 WITA di Jalan Tawakkal, Kelurahan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan dengan barang bukti sebanyak 77 botol minuman dengan pemilik bernama Selviana Tandi Ara.

Sebanyak 77 botol minuman keras selundupan dari Malaysia ini masing-masing 70 botol merek R&W wisky, satu botol merek Labor 5, empat botol merek Chivas, dan dua botol merek Jack Daniels.

Karyadi mengatakan, pengungkapan penjualan minuman keras asal Malaysia berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan melakukan penggeledahan di kios atau rumah pemiliknya.

Mengenai pemilik minuman keras dan kedua pemiliknya saat ini ditahan di sel tahanan Polres Nunukan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER