Polres Ngawi Amankan Ribuan Liter Minuman Keras

NGAWI, SERUJI.CO.ID – Petugas Polres Ngawi, Jawa Timur, mengamankan ribuan liter berbagai jenis minuman keras yang siap dijual di wilayah hukumnya hingga membahayakan masyarakat yang mengonsumsinya.

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu di Ngawi, Kamis (19/4), mengatakan jumlah minuman keras yang diamankan mencapai 1.049 liter. Minuman beralkohol tersebut disita dari 85 lokasi yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Ngawi.

“Pengamanan ribuan liter minuman keras tersebut dilakukan dalam Operasi Tumpas Narkoba yang digelar Polres Ngawi selama beberapa hari terakhir,” ujar AKBP Pranatal kepada wartawan.

Adapun jenis minuman keras yang disita tersebut bermacam-macam. Mulai dari kemasan plastik, bekas botol minuman mineral, hingga kemasan botol yang berlabel.

“Guna menekan peredaran minuman keras dan memberi efek jera, polisi telah menetapkan sebanyak 90 tersangka dalam kasus peredaran minuman keras tersebut. Para tersangka itu ada yang berasal dari penjual minuman keras ataupun penggunanya,” kata dia.

Puluhan tersangka tersebut akan dikenai sanksi tindak pidana ringan dan dikenakan wajib lapor ke kantor polisi setempat.

Ia menambahkan, dari ribuan liter yang diamankan tersebut tidak ditemukan minuman keras oplosan yang dijual secara langsung. Sebab, minuman keras oplosan tersebut biasanya diracik sendiri oleh orang yang akan mengonsumsinya.

Di kawasan Mataraman atau wilayah eks-Keresidenan Madiun dan Kediri, minuman keras oplosan yang terkenal biasanya bernama ‘ABG’. Oplosan ABG tersebut biasanya terdiri dari racikan arak Jawa, bir, dan minuman berkarbonasi.

“Tentu minuman keras yang dioplos lebih berbahaya jika racikannya dicampur dengan alkohol murni dan obat anti-nyamuk,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, peredaran minuman keras di wilayah Kabupaten Ngawi sudah cukup meresahkan.

Untuk itu, pihaknya akan rutin melakukan razia atau operasi guna mencegahnya. Terlebih kasus minuman keras saat ini sedang menjadi perhatian nasional menyusul kejadian banyaknya korban tewas di beberapa wilayah setelah mengonsumsi minuman tersebut. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER