Polres Madiun Amankan 719 Miras

MADIUN, SERUJI.CO.ID – Petugas Polres Madiun, Jawa Timur mengamankan sebanyak 719 liter minuman keras yang siap diedarkan di wilayah Kabupaten Madiun sehingga dapat membahayakan masyarakat yang mengonsumsinya.

Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya, Senin (23/4), mengatakan ratusan liter minuman keras tersebut diamankan dari sebanyak 86 lokasi berbeda dalam giat Operasi Tumpas Semeru yang digelar pada tanggal 13-24 April 2018.

“Jumlah minuman keras yang diamankan mencapai 719 liter. Sebagian minuman keras tersebut sudah dioplos dan siap diedarkan,” ujar AKBP Agus kepada wartawan.

Menurut dia, minuman keras oplosan tersebut dasarnya berjenis arak Jowo (Arjo). Arjo tersebut kemudian dioplos atau dicampur dengan beberapa bahan, di antaranya minuman suplemen lalu dikemas dalam botol dan siap dijual.

Berdasarkan pengakuan pengedar atau penjualnya, minuman keras oplosan yang dikemas dalam botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter dijual dengan harga Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per botol.

Sedangkan minuman keras yang dikemas dalam botol bekas air mineral ukuran 600 mililiter, dijual dengan harga Rp15 ribu per botolnya.

Selama menggelar Operasi Tumpas Semeru, polisi juga mengamankan arak Jowo yang disimpan dalam jerigen yang belum dioplos.

Berdasarkan pengakuan para penjual, minuman keras tersebut dikirim dari wilayah perbatasan. Seperti wilayah perbatasan Kabupaten Madiun dengan Ponorogo, Ngawi, dan Kota Madiun. Saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pemasok dan produsen minuman keras tersebut.

Ia menambahkan, selain ratusan liter minuman keras, pihaknya juga mengamankan tiga pengguna narkoba jenis sabu-sabu selama Operasi Tumpas Semeru berlangsung.

Polisi menyita sabu-sabu seberat 5 gram dalam operasi tersebut.

Kapolres menambahkkan, pihaknya akan serius menangani kasus peredaran minuman keras di wilayah hukumnya, terlebih yang dioplos. Hal itu karena sangat membahayakan kesehatan. Terlebih, sejumlah daerah telah terjadi kasus kematian akibat mengonsumsi minuman keras oplosan tersebut.

Hingga kini, belum ditemukan kasus kematian akibat mengonsumsi minuman keras oplosan di wilayah hukumnya. Meski deikian ia tak ingin kecolongan. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak menjual dan mengonsumsi mimuman haram tersebut. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER