Polres Jember Tangkap Pencetak Uang Palsu

JEMBER, SERUJI.CO.ID – Aparat Kepolisian Resor Jember menangkap tersangka berinisial SM (30), warga Kabupaten Lumajang, sebagai pencetak dan pengedar uang rupiah palsu di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Tersangka menggunakan uang palsu pecahan Rp20.000 untuk membeli rokok di sebuah warung di Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo dalam konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres Jember, Selasa (17/4).

Saat diketahui menggunakan uang palsu, lanjut dia, tersangka berusaha melarikan diri dan sempat menabrak pedagang dengan sepeda motornya, namun tersangka jatuh dan berhasil diamankan oleh warga dan diserahkan kepada aparat kepolisian setempat.

“Tersangka mencetak uang palsu itu seorang diri karena yang bersangkutan tidak memiliki pekerjaan dan membuat uang palsu tersebut dengan memfoto kopi uang rupiah asli yang menggunakan printer warna.

“Petugas juga mengamankan barang bukti berupa 25 lembar kertas fotokopi uang pecahan Rp20 ribu, empat lembar uang pecahan Rp20 ribu yang asli, mesin printer, kertas HVS, gunting, cutter, dan penggaris plastik,” katanya.

Kusworo menegaskan pencetakan uang palsu tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi tersangka dan tidak ada pesanan dari orang lain, baik terkait momentum pilkada maupun menjelang Lebaran, serta berdasarkan pengakuan tersangka mencetak uang tersebut sejak dua pekan lalu dan baru diedarkan saat yang bersangkutan tertangkap.

“Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 36 ayat (1), (2), dan (3) UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang junto pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara,” ujarnya.

Ia mengatakan Polres Jember berusaha melakukan upaya preventif dan represif untuk menekan peredaran uang palsu di Kabupaten Jember, sehingga pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan 3D saat bertransaksi yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Sementara Kasir Senior Bank Indonesia Jember Jono Setyahadi mengatakan barang bukti yang diamankan Polres Jember merupakan uang palsu karena tidak memenuhi 11 unsur atau ciri-ciri tentang uang rupiah asli seperti pita pengaman dan tanda air.

“Kami mendapat laporan dari pihak perbankan dan aparat kepolisian terkait dengan peredaran uang palsu sejak Januari hingga April 2018 yakni 2.000 lembar uang palsu yang didominasi pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu, sehingga kami imbau masyarakat mewaspadai beredaranya uang palsu tersebut,” tuturnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.